Trump Diperkirakan Tekan Netanyahu Usai Serangan Israel di Beirut Selatan
BeritaNasional.com - Serangan udara Israel kembali menghantam wilayah pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada Minggu (7/6/2026). Serangan tersebut dilaporkan menewaskan dua orang dan melukai sedikitnya 11 lainnya.
Berdasarkan laporan awal yang dikutip dari Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), rudal menghantam dua apartemen di kawasan Mreijeh-Tahwita al-Ghadir, yang merupakan daerah padat penduduk di selatan ibu kota Lebanon.
Serangan ini menambah daftar eskalasi konflik di kawasan tersebut setelah beberapa bulan terakhir situasi keamanan di perbatasan Israel-Lebanon terus memanas.
Otoritas Lebanon masih melakukan pendataan korban dan menilai tingkat kerusakan bangunan akibat serangan tersebut.
Pengamat politik Timur Tengah, Ali Rizk, menilai kelompok Hezbollah kini berada dalam posisi sulit untuk menentukan respons atas serangan terbaru Israel di Beirut.
Menurutnya, jika Hezbollah membalas serangan tersebut, risiko pecahnya perang berskala besar kembali terbuka. Namun jika tidak merespons, Israel berpotensi menjadikan serangan serupa sebagai pola operasi baru di wilayah Lebanon.
"Jika mereka merespons, itu langkah yang berisiko. Namun jika tidak, Israel bisa menganggap serangan terarah di Beirut selatan sebagai hal yang normal dan dapat diulang," ujarnya, seperti dikutip dari aljazeera.
Rizk juga menilai Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemungkinan akan memberikan tekanan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tidak kembali melancarkan serangan serupa yang dapat menggagalkan upaya perdamaian.
Meski demikian, ia menilai langkah tersebut tidak akan mudah mengingat situasi politik dan keamanan di kawasan masih sangat kompleks.
"Netanyahu dinilai memiliki kepentingan untuk mengganggu proses perundingan damai. Karena itu, berbagai skenario berbahaya masih bisa terjadi dalam waktu dekat," katanya.
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







