UEA Cabut dari OPEC+, Rusia: Kami Menghormatinya

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 30 April 2026 | 03:30 WIB
Ilustrasi Gedung OPEC+. (Foto/Dok OPEC+)
Ilustrasi Gedung OPEC+. (Foto/Dok OPEC+)

BeritaNasional.com - Rusia memastikan akan tetap setia menjadi anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+). Pernyataan ini muncul menyusul keputusan mengejutkan dari Uni Emirat Arab (UEA) yang memilih untuk keluar dari aliansi minyak tersebut pada Selasa (28/4/2026).

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan Rusia menghormati langkah yang diambil oleh Abu Dhabi. 

Ia menyambut baik komitmen UEA untuk tetap menjaga stabilitas energi dunia meski sudah tidak lagi berada di dalam lingkaran OPEC+.

Pengumuman mundurnya UEA dari OPEC dan aliansi OPEC+ dilakukan pada Selasa waktu setempat dan akan resmi berlaku mulai 1 Mei 2026. 

Keluarnya UEA dianggap sebagai pukulan bagi blok tersebut. Sebab, posisi mereka sebagai produsen minyak terbesar ketiga di dalam kelompok.

"Ini adalah keputusan kedaulatan Uni Emirat Arab. Kami menghormatinya," ujar Peskov dalam konferensi pers pada Rabu (29/4/2026).

Meskipun hengkang, UEA memberikan sinyal tidak akan bertindak liar di pasar minyak. Hal inilah yang mendapat apresiasi dari pihak Moskow.

"Kami menyambut baik pernyataan dari Abu Dhabi bahwa Uni Emirat Arab akan terus mengambil posisi bertanggung jawab di pasar energi dan berkoordinasi secara bilateral," tambah Peskov. 

Rusia berharap kerja sama konstruktif dengan UEA dalam dialog energi bilateral tetap terjaga dengan baik.

Nasib OPEC+ setelah Kepergian UEA

Kepergian UEA memicu kekhawatiran akan melemahnya pengaruh OPEC+ dalam mengendalikan pasokan dan harga minyak global. Namun, Kremlin berharap mekanisme ini tidak akan runtuh begitu saja.

"Kami sangat berharap demikian (tidak berakhir)," tuturnya.

Menurut dia, keberadaan OPEC+ sangat krusial di tengah situasi pasar yang penuh ketidakpastian. 

Peskov menggambarkan format kerja sama ini sebagai sesuatu yang sangat penting karena kondisi pasar energi global saat ini sedang mengalami gejolak yang signifikan.

Sekilas tentang Perubahan Peta OPEC

OPEC pertama kali didirikan pada tahun 1960 oleh lima negara, yakni Iran, Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Venezuela, dengan misi menjaga stabilitas pendapatan negara-negara pengekspor minyak.

UEA bergabung pada tahun 1967. Dampak pengunduran diri, negara inti OPEC akan menyusut menjadi hanya 11 negara.

Aliansi OPEC+ yang lebih luas melibatkan tambahan 10 produsen minyak di luar anggota tetap OPEC, termasuk Rusia.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: