UEA Dorong Peran Hukum Internasional di Selat Hormuz

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 01 Mei 2026 | 20:32 WIB
Serangan baru guncang jalur pelayaran Hormuz. (Foto/doc. UKMTO)
Serangan baru guncang jalur pelayaran Hormuz. (Foto/doc. UKMTO)

BeritaNasional.com - Penasihat Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Anwar Gargash, menegaskan bahwa tidak ada kesepakatan sepihak dari Iran yang bisa dipercaya terkait kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Pernyataan itu disampaikan menyusul meningkatnya ketegangan regional, yang menurutnya dipicu oleh tindakan agresif Iran terhadap negara-negara tetangga.

“Tidak ada pengaturan sepihak dari Iran yang dapat dipercaya terkait kebebasan navigasi di Selat Hormuz,” ujar Gargash melalui akun X miliknya, dikutip Jumat (1/5/2026).

Ia menambahkan bahwa jaminan utama atas jalur pelayaran strategis tersebut harus bersandar pada hukum internasional dan konsensus global.

“Keinginan kolektif internasional dan ketentuan hukum internasional menjadi penjamin utama kebebasan navigasi di jalur vital ini, demi stabilitas kawasan dan ekonomi global,” katanya.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian (Araghchi), kembali melontarkan kritik terhadap Amerika Serikat terkait biaya perang yang tengah berlangsung.

Ia menuding laporan Pentagon tidak mencerminkan kondisi sebenarnya dan menyebut dampak ekonomi konflik jauh lebih besar dari yang disampaikan.

“Taruhan Netanyahu sejauh ini telah merugikan Amerika sebesar $100 miliar, empat kali lipat dari yang diklaim,” tulisnya di platform X.

Ia juga mengklaim beban ekonomi tersebut pada akhirnya ditanggung masyarakat Amerika, serta menyebut kebijakan “Israel First” merugikan kepentingan dalam negeri AS.

Pernyataan kedua pihak ini menambah panas tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, terutama terkait isu keamanan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: