Ulang Tahun Ke-20, Google Translate Kini Bisa Jadi Guru Pelafalan Bahasa

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 30 April 2026 | 04:01 WIB
Ilustrasi Google Translate. (Foto/Freepik)
Ilustrasi Google Translate. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Merayakan dua dekade kehadirannya sebagai penyelamat komunikasi lintas bahasa, Google Translate meluncurkan fitur baru yang inovatif. 

Kini, aplikasi penerjemah populer ini tidak hanya memberi tahu arti kata, tetapi juga membantu pengguna melatih pengucapan dan artikulasi layaknya seorang guru bahasa.

Fitur ini dirilis bertepatan dengan ulang tahun Google Translate yang ke-20. Dengan pembaruan ini, pengguna bisa lebih percaya diri saat berbicara dalam bahasa asing karena aplikasi akan memberikan penilaian langsung terhadap cara bicara mereka.

Cara Kerja Mirip Aplikasi Belajar Bahasa

Inovasi terbaru ini memiliki kemiripan dengan aplikasi belajar bahasa populer seperti Duolingo. 

Saat Anda menerjemahkan kata atau kalimat, Anda akan menemukan menu "Latihan" yang di dalamnya terdapat tombol "Ucapkan".

Berikut adalah detail fiturnya:

  • Panduan Fonetik: Menampilkan cara baca teks agar pengguna tahu bagaimana bunyi tiap suku kata.
  • Umpan Balik Instan: Setelah pengguna mengucapkan teks tersebut, aplikasi akan memberikan skor dan masukan. Misalnya, jika pengucapan kurang pas, aplikasi akan memunculkan pesan seperti "Beberapa bunyi agak kurang jelas."
  • Contoh Audio: Pengguna tetap bisa mendengarkan pelafalan versi standar dari aplikasi sebagai bahan perbandingan.

Saat ini, fitur latihan pengucapan tersebut baru mulai diluncurkan secara bertahap di Amerika Serikat dan India. Untuk tahap awal, bahasa yang didukung mencakup bahasa Inggris, Spanyol, dan Hindi.

Selain fitur latihan bicara, Google juga terus memperluas ekosistem penerjemahannya. Bulan lalu, raksasa teknologi ini merilis fitur terjemahan langsung melalui headphone untuk pengguna iOS.

Ekspansi layanan ini juga menjangkau lebih banyak negara di perangkat Android, termasuk Jerman, Spanyol, Prancis, Italia, Inggris, hingga negara-negara Asia seperti Jepang, Thailand, dan Bangladesh. Langkah ini semakin mengukuhkan posisi Google Translate bukan sekadar kamus digital, melainkan alat komunikasi menyeluruh bagi masyarakat global.

Sumber: TechCrunchsinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: