Khamenei: Program Nuklir Iran Tak Bisa Dinegosiasikan
BeritaNasional.com - Pernyataan terbaru Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, kembali memperkeruh situasi geopolitik di Timur Tengah. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa program nuklir dan rudal Iran merupakan aset strategis yang tidak dapat dinegosiasikan.
Komentar tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan regional yang melibatkan Iran dengan sejumlah negara di kawasan Teluk.
“Kemampuan nuklir dan rudal Iran dipandang sebagai modal nasional dan akan dijaga seperti perbatasan darat, laut, dan udara,” kata Khamenei, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (30/4/2026).
Dalam pernyataan yang sama, Khamenei kembali menyoroti keberadaan militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Ia menilai kehadiran tersebut menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya ketegangan antara Iran dan negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).
Sejak konflik memanas, Iran disebut berulang kali mengingatkan negara-negara GCC agar mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat, termasuk mendorong penarikan atau pengurangan pangkalan militer AS di kawasan.
Klaim atas Selat Hormuz
Khamenei juga kembali menegaskan posisi Iran atas Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang menjadi urat nadi perdagangan energi global.
Ia menyebut Iran tetap memiliki kendali atas wilayah strategis tersebut dan menilainya sebagai instrumen penting dalam dinamika negosiasi internasional yang sedang berlangsung.
Selain isu geopolitik, Khamenei menegaskan kembali bahwa program nuklir dan rudal Iran akan terus dipertahankan. Keduanya disebut sebagai bagian dari kekuatan nasional yang dijaga ketat, setara dengan perlindungan wilayah kedaulatan negara.
Pernyataan ini juga dibaca sebagai respons tidak langsung terhadap tekanan internasional, termasuk dari Amerika Serikat yang sebelumnya mendorong pembatasan program persenjataan Iran.
Hingga saat ini, ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan sejumlah negara kawasan masih menjadi perhatian global. Situasi tersebut turut memengaruhi stabilitas energi dunia, khususnya terkait keamanan jalur pelayaran di Teluk.
Belum terlihat adanya tanda-tanda meredanya eskalasi, baik dari sisi diplomatik maupun militer di kawasan tersebut.
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu







