Terungkap! Sopir Taksi Listrik yang Tertemper KRL Baru Bekerja 2 Hari

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 30 April 2026 | 19:20 WIB
Taksi listrik Green SM yang tertemper di Stasiun Bekasi Timur. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Taksi listrik Green SM yang tertemper di Stasiun Bekasi Timur. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Polisi telah memeriksa sopir taksi listrik “hijau” atau Green SM berinisial RRP yang tertemper Kereta Rel Listrik (KRL) di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa RRP baru bekerja sebagai sopir taksi listrik selama dua hari hingga terjadinya kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL pada Senin (27/4/2026) malam.

“Dari hasil keterangan driver atau sopir taksi online yang sudah dimintai keterangan, yang bersangkutan baru bekerja sejak 25 April 2026,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Budi menyampaikan RRP baru menjalani satu hari pelatihan dasar terkait penggunaan taksi listrik yang dikendarainya.

“Jadi terkait bagaimana mengendarai, cara menghidupkan kendaraan tersebut, ini baru pengenalan dasar yang dilakukan selama satu hari,” ujarnya.

“Mulai dari cara menyalakan, mematikan mobil, hingga penggunaan lampu sein, parkir, dan lain-lain. Ini masih didalami oleh penyidik,” sambung Budi.

Meski demikian, dalam kasus kecelakaan taksi yang tertemper KRL sebelum insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, status RRP masih sebagai saksi.

“Status yang bersangkutan saat ini masih sebagai saksi,” tuturnya.

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL rute Jakarta–Cikarang terjadi setelah taksi listrik “hijau” mogok dan tertemper KRL lain di perlintasan rel Cikarang–Jakarta.

Saat itu, KRL rute Jakarta-Cikarang sedang berhenti di peron Stasiun Bekasi Timur untuk menunggu proses evakuasi taksi listrik yang mogok. Tiba-tiba, dari arah belakang, KA Argo Bromo Anggrek menabrak gerbong belakang KRL.

Akibat kecelakaan tersebut, sebanyak 16 penumpang seluruhnya perempuan di gerbong khusus meninggal dunia. Sementara itu, 90 korban luka telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, Operasi SAR Gabungan dinyatakan selesai. Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek juga telah berhasil dilepas dari rangkaian KRL untuk kemudian dipindahkan dari Stasiun Bekasi Timur.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: