Sebelum Manajemen Green SM, Polisi Periksa PT KAI soal Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 30 April 2026 | 19:50 WIB
Evakuasi gerbong KRL dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jabar, Selasa (28/4/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Evakuasi gerbong KRL dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jabar, Selasa (28/4/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Polda Metro Jaya telah menyusun jadwal untuk memeriksa manajemen Green SM selaku pengelola taksi listrik ‘hijau' dalam rangka penyelidikan kasus kecelakaan kereta di stasiun Bekasi Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan, tujuan memeriksa manajemen Green SM untuk mengetahui standar operasional prosedur (SOP) perusahaan taksi listrik asal Vietnam tersebut.

“Nanti kita akan melihat bagaimana sih SOP menerima seseorang menjadi calon seorang sopir taksi online tersebut. Kita akan melihat regulasi-regulasi ini, sistem manajemen dari pelayanan yang dilakukan dari manajemen taksi online ini kita akan kaji bersama-sama,” kata Budi kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).

Namun, sebelum memeriksa manajemen Green SM, Budi menjelaskan bahwa pihaknya tengah melangsungkan pemeriksaan terhadap beberapa saksi dari unsur petugas PT Kereta Api İndonesia (KAI) pada hari ini.

“Ini ada 7 orang yang dimintai keterangan. Yang pertama adalah Kapusdal, yang kedua PPKA, ketiga petugas sinyal, yang keempat masinis KRL Commuter, kelima masinis Argo Bromo Anggrek, yang keenam asisten masinis Argo Bromo Anggrek, dan yang ketujuh pengendali,” jelas Budi.

“Ini proses permintaan keterangan masih berlangsung, kita tunggu bersama-sama. Dan kami meyakini Polda Metro Jaya tetap akan menangani secara prosedural, profesional, dan akuntabel,” tambahnya.

Lalu, untuk saksi yang telah diperiksa salah satunya sopir taksi listrik ‘hijau' inisial RPP. Dari saksi, didapati keterangan yang bersangkutan baru bekerja selama dua hari dari Sabtu (25/4/2026) sampai inside kecelakaan pada Senin (27/4/2026).

“Dari hasil keterangan driver ataupun sopir taksi online yang sudah dimintai keterangan bahwa yang bersangkutan baru bekerja itu semenjak tanggal 25 April 2026,” ungkap Budi.

Kendati demikian, Budi perlu mengingatkan kepada masyarakat bahwa proses penyelidikan kecelakaan kereta ini terbagi dalam dua peristiwa. Pertama, taksi listrik hijau’ tertemper KRL rute Cikarang-Jakarta, disusul kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di peron Stasiun Bekasi Timur.

“Nanti kita lihat karena kan ini harus maraton yang ditangani terkait tentang jadi harus melihat satu perkara berbeda antara taksi online dengan KRL 5181. Ini persoalan yang awal sehingga membuat KRL 5568 ini berhenti sehingga ditabrak oleh, tertampar oleh kereta Argo Bromo Anggrek,” tuturnya.

Sebelumnya, berdasarkan informasi dihimpun kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL rute Jakarta- Cikarang terjadi sesaat taksi listrik hijau' mogok hingga tertemper KRL lain di perlintasan rel Cikarang-Jakarta.

Saat itu KRL dari rute Jakarta-Cikarang sedang di peron Stasiun Bekasi Timur menunggu proses evakuasi taksi listrik hijau' yang mogok. Tiba-tiba dari arah belakang, melaju KA Argo Bromo Anggrek menabrak gerbong belakang KRL.

Dampak dari kecelakaan itu, total 16 penumpang yang seluruhnya perempuan di gerbong khusus meninggal dunia. Sementara 90 korban luka lainnya telah berhasil dievakuasi untuk mendapat perawatan medis di rumah sakit.

Karena seluruh korban telah selesai dievakuasi, Operasi SAR Gabungan pun dinyatakan selesai. Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek pun telah berhasil dilepas dari gerbong KRL untuk dipindahkan dari stasiun Bekasi Timur.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: