Kasus Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Polda Metro Periksa Manajemen Green SM Hari Ini
BeritaNasional.com - Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro hari ini kembali memeriksa sejumlah saksi dalam rangka penyidikan kasus kecelakaan maut kereta di Stasiun Bekasi Timur.
Mereka yang diperiksa adalah pihak manajemen taksi listrik Green SM, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Tata Ruang, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian di Mapolda Metro Jaya.
"Dilaksanakan di Polda Metro Jaya dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat dihubungi pada Senin (4/5/2026).
Selain itu, Budi mengatakan penyidik telah mengagendakan pemeriksaan saksi tambahan dari internal PT Kereta Api İndonesia (KAI) di Kantor Daops 1, Manggarai, Jakarta.
“Terhadap saksi tambahan dari Daops 1 akan dilaksanakan di Kantor Daops 1 Manggarai pada pukul 10.00 WIB,” tuturnya.
Sebelumnya, Subdirektorat Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum (Subdit Kamneg Ditreskrimum) Polda Metro Jaya telah menaikan kasus kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur ke tahap penyidikan.
Dengan naiknya kasus kecelakaan maut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek, dua KRL, dan taksi listrik hijau ke tahap penyidikan, penyidik telah menemukan unsur pidana dalam insiden yang menewaskan 16 orang.
“Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Dan ini sudah naik tingkat penyidikan, tahap penyidikan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).
Menurut Budi, keputusan ini dilakukan setelah penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti, sampai pendalaman CCTV.
Saksi sopir taksi listrik hijau berinisial RPP telah diperiksa. Dari hasil keterangan, sopir ini baru bekerja dua hari sampai dengan insiden kecelakaan mobilnya tertemper KRL rute Cikarang-Jakarta.
Kemudian, saat ini, penyidik tengah memeriksa unsur dari PT Kereta Api İndonesia (KAI) sebanyak tujuh orang, mulai Kapusdal, PPKA, petugas sinyal, masinis KRL, masinis dan asisten KA Argo Bromo Anggrek, serta pengendali.
“Ini proses permintaan keterangan masih berlangsung, kita tunggu bersama-sama. Dan, kami meyakini Polda Metro Jaya tetap akan menangani secara prosedural, profesional, dan akuntabel. Kami akan menyampaikan update kepada rekan-rekan sekalian,” tuturnya.
Sebelumnya, berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL rute Jakarta-Cikarang terjadi sesaat taksi listrik hijau mogok hingga tertemper KRL lain di perlintasan rel Cikarang-Jakarta.
Saat itu, KRL dari rute Jakarta-Cikarang sedang di peron Stasiun Bekasi Timur menunggu proses evakuasi taksi listrik hijau yang mogok. Tiba-tiba, dari arah belakang, melaju KA Argo Bromo Anggrek menabrak gerbong belakang KRL.
Dampak dari kecelakaan itu, total 16 penumpang yang seluruhnya perempuan di gerbong khusus meninggal dunia. Sementara itu, 90 korban luka lainnya telah dievakuasi untuk mendapat perawatan medis di rumah sakit.
Karena seluruh korban telah selesai dievakuasi, Operasi SAR Gabungan pun dinyatakan selesai.
Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek telah dilepas dari gerbong KRL serta Stasiun Bekasi Timur saat ini kembali normal.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu






