DPR Dorong Pemerintah Segera Bangun Jalur DDT Bekasi-Cikarang, Tak Perlu Rekomendasi KNKT
BeritaNasional.com - Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mendorong pemerintah segera membangun jalur kereta api double-double track (DDT) dari Stasiun Bekasi sampai Stasiun Cikarang.
Menurut Huda, pembangunan jalur ini tidak perlu menunggu hasil rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Apalagi sampai hari ini KNKT belum mengungkap hasil investigasi kecelakaan kereta api di Bekasi Timur.
"DDT itu udah enggak usah nunggu rekomendasi KNKT. Di situ sudah memang perlu pemisahan antara jalur cepat dalam kota, luar kota dengan jalur kereta api dalam kota. Itu udah kesimpulan. Nah karena itu nggak usah ada diskusi sebenarnya," ujar Huda di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Huda mengatakan, panjang jalur DDT yang dibutuhkan mencapai 17 km. Menurutnya, anggaran tidak menjadi masalah untuk membangun DDT.
"Itu nggak boleh lagi ada isu nggak ada anggaran, Pak Presiden sudah ngasih 7T gitu. 7T saya kira khusus untuk jalur Jabodetabek high season ini udah langsung aja pakai pembangunan DDT untuk memisahkan jalur itu," jelasnya.
Politikus PKB ini menyoroti hari-hari ini di daerah Bekasi masih terjadi kepadatan jalur kereta. Maka itu menurut Huda, tidak perlu lagi menunggu untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan jalur kereta ini.
"Sampai hari ini kita masih rasakan teman-teman yang ada di Bekasi itu itu masih merasakan situasi frekuensi kepadatannya masih belum teratasi gitu," ujar Huda.
"Nah karena itu saya kira langkah-langkah ini sudah nggak perlu didiskusikan juga ke Komisi V jadi karena rekomendasi semua pihak kan kira-kira gitu. MTI merekomendasikan udah DDT harus secepatnya gitu dan itu termasuk yang bikin trouble," tegasnya.
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu





