Sebelum Taksi Listrik Green SM Tertemper KRL, Sopir Keluar Lewat Jendela Mobil

Oleh: Bachtiarudin Alam
Senin, 04 Mei 2026 | 07:50 WIB
Kondisi mobil taksi Green SM usai tertabrak kereta KRL di kawasan perlintasan kereta Ampera, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Kondisi mobil taksi Green SM usai tertabrak kereta KRL di kawasan perlintasan kereta Ampera, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Sopir taksi listrik Green SM inisial RRP diketahui selamat dari temperan KRL setelah berhasil keluar dari jendela mobil saat mogok di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut temuan itu sesuai dengan hasil pemeriksaan saksi, termasuk RPP, sebelum insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL lain di peron Stasiun Bekasi Timur.

"Masyarakat sekitar juga melihat pada saat kendaraan itu berhenti, ada tidak bisa dibuka pintu. Nah, setelah dia (sopir) mematikan mencoba lagi hidup baru jendela bisa keluar. Yang bersangkutan sopir keluar dari jendela," kata Budi kepada wartawan yang dikutip pada Senin (4/5/2026).

Meski masuk dalam rangkaian kecelakaan, Budi menegaskan status RPP masih sebagai saksi. Dalam kasus kecelakaan kereta itu, Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menaikkan ke tahap penyidikan.

“Jadi, status yang bersangkutan saat ini prosesnya masih sebagai saksi,” tuturnya.

Sementara itu, untuk hasil pemeriksaan, dapat disebutkan RRP baru bekerja sebagai sopir taksi listrik terhitung dua hari sampai dengan malam kecelakaan maut tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL pada Senin (27/4/2026) malam.

“Dari hasil keterangan driver ataupun sopir taksi online yang sudah dimintai keterangan bahwa yang bersangkutan baru bekerja itu semenjak tanggal 25 April 2026,” kata Budi.

Dalam kesempatan itu, Budi juga menyampaikan RPP baru satu hari mendapatkan pelatihan tentang dasar mengenai taksi listrik yang akan dikendarai.

“Jadi, terkait tentang bagaimana mengendarai, cara menghidupkan kendaraan tersebut, ini baru pengenalan dasar itu dilakukan satu hari,” ucapnya.

“Nah, bagaimana menyalakan, mematikan mobil, cara lampu sein, parkir, dan lain-lain. Ini terjadi, ini masih didalami oleh teman-teman penyidik,” sambung Budi.

Sebelumnya, berdasarkan informasi dihimpun kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL rute Jakarta- Cikarang terjadi sesaat taksi listrik hijau' mogok hingga tertemper KRL lain di perlintasan rel Cikarang-Jakarta.

Saat itu, KRL dari rute Jakarta-Cikarang sedang di peron Stasiun Bekasi Timur menunggu proses evakuasi taksi listrik hijau' yang mogok. Tiba-tiba dari arah belakang, melaju KA Argo Bromo Anggrek menabrak gerbong belakang KRL.

Dampak dari kecelakaan itu, total 16 penumpang yang seluruhnya perempuan di gerbong khusus meninggal dunia. Sementara itu, 90 korban luka lain telah berhasil dievakuasi untuk mendapat perawatan medis di rumah sakit.

Karena seluruh korban telah selesai dievakuasi, operasi SAR Gabungan pun dinyatakan selesai. Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek telah dilepas dari gerbong KRL untuk dipindahkan dari Stasiun Bekasi Timur.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: