Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Polisi Pastikan Sopir Taksi Green SM Tidak Dalam Pengaruh Alkohol

Oleh: Bachtiarudin Alam
Minggu, 03 Mei 2026 | 13:15 WIB
Kondisi mobil taksi Green SM usai tertabrak kereta KRL di kawasan perlintasan kereta Ampera, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Kondisi mobil taksi Green SM usai tertabrak kereta KRL di kawasan perlintasan kereta Ampera, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Polisi telah melakukan tes urine kepada sopir taksi listrik Green SM berinisial RPP yang mobilnya sempat tertemper KRL rute Cikarang-Jakarta di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan pemeriksaan ini dilakukan seiring pemeriksaan RPP atas rangkaian kecelakaan maut KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL.

"Ya, itu (tes urine) sudah dilakukan, tidak (dalam pengaruh alkohol)," kata Budi kepada wartawan yang dikutip pada Minggu (3/4/2026).

Kendati telah menjalani pemeriksaan dan tes urine, Budi menegaskan status RPP masih sebagai saksi. Meskipun, Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menaikkan kasus kecelakaan kereta ini ke tahap penyidikan.

“Jadi, status yang bersangkutan dalam saat ini prosesnya masih sebagai saksi,” tuturnya.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan, dapat disebutkan bahwa RRP baru bekerja sebagai sopir taksi listrik terhitung dua hari sampai dengan malam kecelakaan maut tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL pada Senin (27/4/2026).

“Dari hasil keterangan driver ataupun sopir taksi online yang sudah dimintai keterangan bahwa yang bersangkutan baru bekerja itu semenjak tanggal 25 April 2026,” kata Budi.

Dalam kesempatan itu, Budi menyampaikan RPP baru satu hari mendapatkan pelatihan tentang dasar mengenai taksi listrik yang akan dikendarai.

“Jadi, terkait tentang bagaimana mengendarai, cara menghidupkan kendaraan tersebut, ini baru pengenalan dasar, itu dilakukan satu hari,” ucapnya.

“Nah, bagaimana menyalakan, mematikan mobil, serta cara lampu sein, parkir, dan lain-lain. Ini terjadi. Ini masih didalami oleh teman-teman penyidik,” sambung Budi.

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL rute Jakarta- Cikarang terjadi sesaat taksi listrik hijau ini mogok hingga tertemper KRL lain di perlintasan rel Cikarang-Jakarta.

Saat itu, KRL dari rute Jakarta-Cikarang sedang berada di peron Stasiun Bekasi Timur menunggu proses evakuasi taksi listrik hijau yang mogok. Tiba-tiba dari arah belakang, melaju KA Argo Bromo Anggrek menabrak gerbong belakang KRL.

Dampak dari kecelakaan itu, total 16 penumpang yang seluruhnya perempuan di gerbong khusus meninggal dunia. Sementara itu, 90 korban luka lainnya telah dievakuasi untuk mendapat perawatan medis di rumah sakit.

Karena seluruh korban telah selesai dievakuasi, operasi SAR gabungan dinyatakan selesai. Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek telah dilepas dari gerbong KRL untuk dipindahkan dari Stasiun Bekasi Timur.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: