Wamenhub: Hasil Sidak ke Taksi Green SM Bakal Segera Disampaikan

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 13 Mei 2026 | 17:24 WIB
Kondisi mobil taksi Green SM usai tertabrak kereta KRL di kawasan perlintasan kereta Ampera, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Kondisi mobil taksi Green SM usai tertabrak kereta KRL di kawasan perlintasan kereta Ampera, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Wakil Menteri Perhubungan Suntana mengungkap maksud inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Kementerian Perhubungan terhadap taksi Green SM.

Sidak tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan ke pool taksi Green SM di Bekasi, Jawa Barat, pada 28 April lalu.

Sidak dilakukan terkait kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Diduga, insiden tertempernya taksi tersebut oleh KRL di perlintasan sebidang menjadi penyebab awal kecelakaan.

Suntana menjelaskan, sidak dilakukan untuk memastikan langkah-langkah perbaikan operasional taksi listrik tersebut.

"Itu kan kemarin oleh dirjen dilakukan langkah-langkah untuk memastikan segera proses dipenuhi dan untuk perbaikan ke depan," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Namun, Suntana belum mengungkap hasil sidak tersebut. Ia mengatakan hasilnya akan disampaikan dalam waktu dekat.

"Nanti akan disampaikan," katanya.

Sebelumnya, Subdirektorat Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum (Subdit Kamneg Ditreskrimum) Polda Metro Jaya masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, salah satunya manajemen taksi Green SM, pada Senin (4/5/2026).

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap saksi dari kementerian dan dinas terkait dalam rangka mengumpulkan keterangan untuk kepentingan penyidikan kecelakaan maut beberapa hari lalu.

“Penyidik juga akan meminta keterangan dari Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, pihak taksi Green SM, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian guna melengkapi rangkaian penyidikan dan memperoleh gambaran peristiwa secara utuh dan objektif,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5/2026).

Adapun pemeriksaan ini merupakan kelanjutan dari proses penyidikan yang masih berjalan atas insiden kecelakaan maut yang menewaskan 16 orang dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, serta rangkaian insiden sebelumnya terkait taksi listrik ‘hijau’ yang tertemper KRL di perlintasan sebidang rel Ampera.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: