Trump Sebut AS Mulai Kawal Kapal Keluar dari Selat Hormuz pada Senin Pagi
BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pihaknya mengawal kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz melalui operasi bernama "Proyek Kebebasan".
Melalui unggahan di platform Truth Social pada Minggu (3/5/2026) waktu setempat, Trump menegaskan langkah ini diambil sebagai bentuk tindakan kemanusiaan bagi negara-negara netral yang terdampak perselisihan di kawasan tersebut.
Trump menyatakan banyak negara di dunia meminta bantuan AS karena kapal-kapal mereka terperangkap di jalur perairan strategis tersebut, padahal mereka tidak terlibat dalam konflik yang terjadi.
"Mereka hanyalah pihak netral dan pengamat yang tidak bersalah!" tegas Trump.
Ia menambahkan kondisi di dalam kapal-kapal yang terjebak mulai memprihatinkan, di mana banyak kru kekurangan pasokan makanan serta fasilitas kesehatan dan higienitas yang memadai.
Demi stabilitas di Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat sendiri, Trump memutuskan untuk memandu kapal-kapal tersebut agar bisa kembali melanjutkan bisnis mereka secara bebas.
Meski menyebutnya sebagai proses kemanusiaan, Trump memberikan peringatan keras kepada pihak manapun yang mencoba menghalangi operasi ini. Ia memastikan AS tidak akan tinggal diam jika misi tersebut diganggu.
"Jika proses kemanusiaan ini diganggu, maka gangguan tersebut, sayangnya, harus ditanggapi dengan tegas," tulisnya.
Respons terhadap Proposal Damai Iran
Pengumuman mendadak ini muncul di saat Iran mengonfirmasi telah menerima dan tengah meninjau tanggapan AS terhadap 14 poin proposal perdamaian mereka.
Padahal sebelumnya, pada Sabtu, Trump sempat melontarkan keraguan dan menyebut rencana damai tersebut sulit untuk diterima.
Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa proposal yang mereka ajukan murni berfokus pada penghentian perang.
"Tidak ada hal yang berkaitan dengan detail nuklir di dalamnya," jelas Baghaei dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah, IRIB TV.
Kini, perhatian dunia tertuju pada Selat Hormuz untuk melihat bagaimana "Proyek Kebebasan" ini berjalan dan bagaimana reaksi Iran di lapangan saat kapal-kapal tersebut mulai dipandu keluar pada Senin pagi.
Sumber: Xinhua News
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu






