Marc Marquez: Masalah Terbesar Start MotoGP Bukan Perangkat Motor

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 20 Juni 2026 | 03:01 WIB
Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez. (Foto/MotoGP)
Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez. (Foto/MotoGP)

BeritaNasional.com - Isu keselamatan saat start balapan kembali menjadi sorotan menyusul kecelakaan besar yang terjadi di tikungan pertama MotoGP Hungaria dua pekan lalu. Namun, pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, menilai akar persoalan tidak sepenuhnya berasal dari perangkat start yang digunakan di MotoGP.

Perangkat start yang mulai digunakan sejak 2019 kerap mendapat kritik karena memengaruhi pola pengereman pembalap di tikungan pertama. Sistem tersebut mengharuskan pembalap melakukan pengereman dengan cara berbeda agar perangkat suspensi depan kembali terbuka dan motor dapat dikendalikan saat memasuki tikungan berikutnya.

Dalam balapan di Balaton Park, insiden besar terjadi ketika Jorge Martin kehilangan kendali dan menabrak sisi motor Marco Bezzecchi. Kecelakaan tersebut juga menyeret Raul Fernandez, Fermin Aldeguer, dan Fabio Di Giannantonio.

Martin sebelumnya mengakui bahwa perangkat start memiliki peran dalam insiden tersebut. Pendapat serupa juga disampaikan Diogo Moreira yang menilai perangkat tersebut membuat proses pengereman menuju tikungan pertama setelah start menjadi lebih sulit.

Meski demikian, Marquez memiliki pandangan berbeda. Menurut juara dunia MotoGP enam kali itu, persoalan utama justru terletak pada meningkatnya jumlah start yang dilakukan pembalap selama akhir pekan balapan, terutama sejak hadirnya Sprint Race dan latihan start tambahan.

“Bagi saya, perangkat depan, perangkat belakang… masalah terbesarnya adalah pada hari Minggu kami tiba di sana dan ini adalah kali keempat start yang kami lakukan,” ujar Marquez dikutip dari Crash, Sabtu (20/6/2026).

Marquez menjelaskan bahwa para pembalap kini sudah terlalu memahami titik pengereman karena berulang kali melakukan start. Hal tersebut membuat mereka cenderung mengerem hingga batas maksimal sehingga margin kesalahan semakin kecil.

Ia mencontohkan situasi di Balaton Park, saat dirinya memimpin di tikungan pertama untuk pertama kalinya musim ini.

“Saya sudah menguasai posisi dan saya mengerem 100 persen. Sebuah kesalahan kecil seperti yang dilakukan Martin sebenarnya hanyalah kesalahan kecil, tetapi dia tidak punya waktu untuk bereaksi,” jelasnya.

Marquez juga menilai perangkat belakang justru membantu meningkatkan stabilitas motor, terutama saat keluar tikungan. Menurutnya, sebelum teknologi tersebut digunakan, pembalap juga menghadapi risiko lain seperti wheelie berlebihan yang bisa menyebabkan roda depan terkunci ketika kembali menyentuh lintasan.

Ia menegaskan bahwa tikungan pertama memang selalu menjadi titik paling berbahaya dalam balapan MotoGP. Namun, dengan semakin banyaknya jumlah start yang dilakukan sepanjang akhir pekan balapan, peluang terjadinya insiden secara statistik juga meningkat.

“Tikungan pertama selalu menjadi titik paling berbahaya, dan masalahnya sekarang adalah kita sudah melakukan 44 start. Jadi, statistiknya lebih tinggi,” tutup Marquez.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: