Hari ke-10 Operasional Haji 2026, 54.604 Jemaah Indonesia Sudah Diberangkatkan

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 01 Mei 2026 | 05:31 WIB
Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah. (Foto/Kemenhaj)
Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah. (Foto/Kemenhaj)

BeritaNasional.com - Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi memasuki hari kesepuluh operasional dengan proses pemberangkatan dan kedatangan jemaah yang berlangsung lancar, tertib, dan terlayani dengan baik di seluruh titik layanan.

Hingga 29 April 2026, tercatat sebanyak 138 kelompok terbang (kloter) dengan total 54.604 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Sementara itu, 132 kloter dengan 52.343 jemaah telah tiba di Madinah dan secara bertahap menempati hotel yang telah disiapkan pemerintah.

“Alhamdulillah, hingga hari kesepuluh operasional haji, proses pemberangkatan dan kedatangan jemaah berjalan lancar, tertib, dan terlayani dengan baik di seluruh titik layanan,” ujar Jubir Kemenhaj, Suci Annisa dalam keterangannya dikutip, Jumat (1/5/2026).

Memasuki 30 April 2026, pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah mulai dilakukan secara bertahap untuk melanjutkan rangkaian ibadah hingga puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Di sektor kesehatan, sebanyak 5 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 89 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Hingga kini, 49 jemaah masih menjalani perawatan. Pemerintah juga menyampaikan duka cita atas wafatnya dua jemaah Indonesia, yakni Tukiman Sardi Kromo Karso (54) dari kloter PDG-04 asal Kota Bengkulu dan Dawanus Mahmud Muhammad Hasyim (51) dari kloter BTH-05 asal Kabupaten Kampar, Riau.

“Semoga seluruh almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu Wata’ala dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” lanjut dia.

Sementara itu, terkait insiden kecelakaan bus yang melibatkan jemaah kloter SUB-02 dan JKS-01 di Madinah, Kementerian memastikan seluruh korban luka ringan telah mendapatkan penanganan dan berangsur pulih. Satu jemaah atas nama Sri Sugihartini dari kloter SUB-02 masih menjalani perawatan di RSAS Al Hayyat Madinah dan terus dipantau oleh petugas kesehatan.

Petugas perlindungan jemaah bersama Ketua Sektor Madinah juga telah melakukan pemeriksaan terhadap pembimbing KBIHU Nurul Haramain Probolinggo dan KBIHU Al Azhar Jakarta. Hasil pendalaman menunjukkan kedua KBIHU melaksanakan kegiatan city tour di luar program resmi tanpa izin serta tanpa koordinasi dengan petugas sektor.

“Kami pastikan akan memberikan sanksi tegas kepada KBIHU yang melanggar ketentuan. Tak ada kompromi atas segala bentuk pelanggaran yang dapat membahayakan keselamatan dan ketertiban jemaah,” tegasnya.

Kementerian kembali mengingatkan seluruh KBIHU agar mematuhi aturan operasional dan mengoordinasikan setiap kegiatan bersama Ketua Kloter serta Kepala Sektor setempat. Pemerintah juga menegaskan telah menyediakan program ziarah resmi dan gratis di Madinah ke sejumlah lokasi seperti Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan Jabal Uhud yang aman dan terkoordinasi.

Selain itu, terdapat satu jemaah asal kloter LOP-05 berinisial M yang ditolak masuk Arab Saudi karena pernah memiliki persoalan hukum dan masuk dalam daftar hitam imigrasi setempat. Jemaah tersebut telah dipulangkan kembali ke Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: