Analis: Strategi Israel di Lebanon Mirip dengan yang Terjadi di Rafah
BeritaNasional.com - Sejumlah analis menilai Israel menerapkan pola operasi yang disebut sebagai “Rafah doctrine” di Lebanon selatan, dengan menghancurkan infrastruktur sipil untuk mencegah kembalinya penduduk ke wilayah tersebut.
Analis politik Timur Tengah, Elijah Magnier, mengatakan pendekatan itu menyerupai yang terjadi di Rafah, Gaza, di mana fasilitas umum dan permukiman diratakan.
“Mereka berpikir tidak akan mengizinkan siapa pun untuk kembali,” kata Magnier, seperti dikutip dari aljazeera, Jumat (1/5/2026).
“Inilah yang dilakukan Israel karena mereka tidak dimintai pertanggungjawaban dan mendapat dukungan dari Amerika Serikat,” ucapnya lebih lanjut.
Istilah “Rafah doctrine” sendiri merujuk pada penghancuran sistematis terhadap kawasan permukiman, rumah sakit, sekolah, hingga fasilitas publik lainnya, dengan tujuan menciptakan wilayah kosong yang dinilai lebih mudah dikendalikan dari sisi keamanan.
Sementara itu, Nicholas Noe, pemimpin redaksi mideastwire.com, menilai strategi tersebut juga berkaitan dengan upaya menghilangkan basis populasi sipil.
“Ia memandang populasi yang mendukung sebagai target militer yang sah,” ujar Noe.
Ia menambahkan, situasi di Lebanon memiliki dinamika berbeda dibandingkan Gaza. Kelompok Hezbollah dinilai memiliki kapasitas untuk menahan laju militer Israel, sehingga tidak memungkinkan terjadinya invasi cepat seperti yang pernah terjadi pada 1982.
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu





