Pengertian Pricing Strategy dan Jenisnya, Buat Bisnis Kamu Makin Moncer

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:00 WIB
Ilustrasi  (BeritaNasional/Freepik)
Ilustrasi (BeritaNasional/Freepik)

BeritaNasional.com -  Dalam dunia bisnis atau niaga mungkin tidak asing dengan pricing strategy. Pricing strategy merupakan cara bisnis menetapkan harga dengan mempertimbangkan biaya, nilai, serta kondisi pasar agar tetap kompetitif dan menguntungkan.

Menentukan harga bukan sekadar angka, tetapi keputusan strategis yang berdampak langsung pada penjualan dan keuntungan.

Harga yang terlalu tinggi bisa membuat produk sulit laku, sedangkan harga terlalu rendah dapat merusak persepsi kualitas.

Untuk itu, kita perlu memahami strategi penetapan harga yang dapat membantumu menjalankan bisnis secara berkelanjutan.

Pengertian Pricing Strategy

Melansir laman Pegadaian pricing strategy adalah metode atau pendekatan yang digunakan bisnis untuk menentukan harga jual produk atau jasa.

Ini bukan sekadar angka, tetapi hasil dari analisis biaya, perilaku konsumen, dan posisi pasar. Itulah sebabnya strategi ini disebut sebagai kombinasi seni dan ilmu.

Ilmu karena melibatkan perhitungan biaya dan margin, serta seni karena harus memahami psikologi pelanggan dan momentum pasar.



Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat berpengaruh saat kamu melakukan penentuan harga:

1. Biaya Produksi

Biaya adalah dasar utama dalam menentukan harga jual produk. Komponen ini mencakup bahan baku, tenaga kerja, hingga biaya operasional lainnya.

Semakin besar selisih antara biaya dan harga jual, semakin besar potensi keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari setiap produk.

2. Pelanggan dan Permintaan

Kamu perlu memahami seberapa besar minat pasar terhadap produk yang dijual. Harga bisa memengaruhi persepsi dan minat beli konsumen.

Dalam beberapa kasus, harga murah meningkatkan permintaan. Namun, di kondisi lain, harga terlalu murah justru menurunkan kepercayaan terhadap kualitas.

3. Jenis Produk

Produk massal biasanya mengikuti harga pasar, sedangkan produk unik bisa dijual dengan harga lebih tinggi. Ini bergantung pada diferensiasi produk.

Jika produk kamu memiliki nilai unik, maka strategi harga premium bisa digunakan untuk meningkatkan persepsi kualitas.

4. Target Pasar

Menentukan siapa target pasar akan membantu kamu menetapkan harga yang sesuai. Setiap segmen memiliki daya beli dan preferensi berbeda.

Jika kamu masuk ke pasar baru, harga lebih rendah bisa menjadi strategi awal untuk menarik pelanggan.

5. Kompetitor

Melihat harga pesaing membantu kamu menentukan posisi di pasar. Kamu bisa memilih harga lebih rendah, sama, atau lebih tinggi.

Namun, sebaiknya jangan asal menetapkan harga yang terlalu rendah karena bisa merusak pasar dan menurunkan keuntungan bisnis.
 

Jenis-Jenis Pricing Strategy

Berikut beberapa strategi yang umum digunakan dalam bisnis untuk menentukan harga produk atau jasa:

1. Value-Based Pricing

Strategi ini berfokus pada nilai yang dirasakan pelanggan terhadap produk. Harga ditentukan berdasarkan seberapa besar pelanggan bersedia membayar.

Pendekatan ini efektif untuk membangun loyalitas dan meningkatkan kepuasan pelanggan jika dilakukan dengan tepat.

2. Cost-Plus Pricing

Strategi ini menetapkan harga dengan menambahkan margin keuntungan dari biaya produksi. Metode ini sederhana dan mudah diterapkan.

Biasanya digunakan oleh bisnis yang ingin memastikan semua biaya tertutup dan tetap mendapatkan profit.

3. Dynamic Pricing

Harga produk berubah sesuai kondisi pasar, permintaan, atau waktu tertentu. Strategi ini fleksibel dan banyak digunakan di era digital.

Contohnya terlihat pada platform, seperti Tokopedia dan Shopee, yang sering memberikan harga berbeda saat promo.

4. Competition-Based Pricing

Strategi ini menggunakan harga kompetitor sebagai acuan utama. Cocok digunakan dalam persaingan tinggi, tetapi tetap harus memperhatikan biaya dan nilai produk agar tidak merugi.

5. Premium Pricing

Harga ditetapkan tinggi untuk membangun citra eksklusif. Strategi ini biasanya digunakan oleh brand dengan kualitas unggul, seperti Apple yang dikenal dengan produk premium.

6. Skimming Pricing

Produk baru dijual dengan harga tinggi, lalu diturunkan secara bertahap. Ini cocok untuk produk inovatif dengan tujuan memaksimalkan keuntungan di awal sebelum kompetitor masuk.

7. Bundle Pricing

Produk dijual dalam paket dengan harga lebih hemat dibandingkan dengan membeli satuan. Strategi ini meningkatkan nilai pembelian dan juga bisa meningkatkan penjualan produk yang kurang laku.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: