Bawa Inter Milan Scudetto Ke-21, Ini Kata-kata Haru Cristian Chivu
BeritaNasional.com - Sambil tersenyum tipis dan rambut yang mulai memutih, Cristian Chivu menyambut gelar Scudetto ke-21 Inter Milan dengan penuh rendah hati.
Meski baru saja membawa Nerazzurri kembali ke puncak Italia di musim debutnya sebagai pelatih senior, Chivu justru memilih "ngumpet" sejenak ke lorong stadion untuk merokok saat perayaan dimulai.
"Saya pergi merokok sebentar, maaf ya, saya punya kebiasaan buruk," ungkap pelatih asal Rumania itu saat diwawancarai oleh DAZN Italia pada Senin (4/5/2026).
Ketika diingatkan bahwa namanya kini resmi masuk dalam buku sejarah Inter sebagai pelatih juara, Chivu menjawab dengan nada santai.
"Sepertinya saya sudah ada di buku sejarah itu sebelumnya," ujarnya merujuk pada kesuksesannya meraih Treble Winner sebagai pemain Inter tahun 2010.
Meski sukses besar, Chivu menolak disebut sebagai aktor tunggal. Ia justru memuji ketangguhan mental para pemainnya yang musim lalu sempat dihujani kritik dan ejekan.
"Para pemain melakukan pekerjaan luar biasa. Mereka bangkit dari penghinaan musim lalu dan menemukan energi baru untuk bersaing di maraton musim ini," tambahnya.
Chivu dikenal sebagai pribadi yang unik. Ia mengaku rahasia suksesnya adalah kemampuan berempati dan membuang ego jauh-jauh. Hal ini ia pelajari setelah mengalami cedera kepala hebat saat masih bermain yang hampir merenggut nyawanya.
"Saya kehilangan ego saya di momen antara hidup dan mati itu. Saya tidak merasa perlu membicarakan diri sendiri. Fokus saya hanya menjadi versi terbaik untuk membantu para pemain muda ini," tutur Chivu.
Bukan Pilihan Utama, Tapi Hasilnya Nyata
Perjalanan Chivu musim ini sebenarnya penuh kejutan. Ia bukan pilihan pertama Inter setelah kepergian Simone Inzaghi. Klub dikabarkan sempat mendekati Cesc Fabregas.
Namun, Chivu yang baru sebentar melatih tim senior Parma membuktikan kualitasnya dengan gaya main ofensif yang mencetak lebih dari 100 gol musim ini.
Momen Kunci Kemenangan
Dominasi Mutlak: Inter mengunci gelar dengan sisa tiga pertandingan.
Kemenangan Atas Parma: Hasil 2-0 diraih lewat gol Marcus Thuram dan Henrikh Mkhitaryan.
Mentalitas Baja: Sempat terpuruk di Liga Champions, Inter membalas dengan rentetan 14 kemenangan dalam 15 laga di awal tahun.
Bidik Gelar Ganda
Belum puas dengan trofi Serie A, Chivu kini mengincar double winner. Inter dijadwalkan akan menantang Lazio di Final Coppa Italia pada 13 Mei mendatang.
"Berada di klub ini berarti wajib untuk bersaing. Kami adalah tim yang paling konsisten, dan sekarang waktunya para pemain menikmati cinta dari para penggemar," tandasnya.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu






