PINTU Edukasi Blockchain, Bahas Tren Tokenisasi Aset 2026
BeritaNasional.com - Perkembangan aset digital semakin cepat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Menjawab hal ini, Pintu melalui PT Pintu Kemana Saja (PINTU) menggandeng Mensa Indonesia dalam sesi edukasi bertajuk “The Future of Blockchain and Cryptocurrency”.
Dalam sesi tersebut, PINTU menekankan bahwa crypto tidak hanya identik dengan aktivitas trading, tetapi juga mencakup teknologi blockchain yang memiliki potensi luas di masa depan.
Satriadi Gunawan, Chairman of Mensa Indonesia menyambut positif inisiatif ini, “Kehadiran PINTU dalam acara ini memberikan perspektif baru bagi anggota kami. Crypto tidak hanya sekadar trading, tetapi juga mencakup teknologi blockchain dengan potensi besar ke depannya. Melalui kolaborasi ini, kami berharap anggota dapat memahami aspek crypto dan blockchain, serta potensi ke depannya,” dikutip dalam keterangannya, Senin (5/5/2026).
Sebagai komunitas intelektual global, Mensa Indonesia memang aktif mendorong pertukaran ide dan kolaborasi berbasis pengetahuan. Melalui kerja sama ini, diskusi berkembang dari dasar blockchain hingga strategi investasi crypto yang relevan.
Tokenisasi Aset Jadi Sorotan Utama
Dalam pemaparannya, Ari Budi Santosa, Blockchain & Crypto Specialist PINTU menyoroti tren penting dalam industri, yakni tokenisasi aset sebuah konsep yang semakin berkembang dalam ekosistem blockchain.
“Topik The Future of Blockchain and Cryptocurrency semakin relevan, di mana crypto tidak lagi bisa dipersepsikan hanya sebatas trading, melainkan sebagai teknologi berbasis blockchain yang memungkinkan kepemilikan dan transfer nilai secara lebih transparan dan efisien," papar Ari.
Salah satu perkembangan yang relevan dalam ekosistem crypto saat ini adalah tokenisasi aset, di mana berbagai aset dunia nyata, seperti emas, saham, hingga instrumen keuangan lainnya dapat diubah menjadi token digital dan diperdagangkan secara global.
"Hal ini membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk berinvestasi lintas aset dengan cara yang lebih inklusif,” jelasnya lebih lanjut.
Mengacu pada Pintu Academy, tokenisasi memungkinkan aset seperti saham dan komoditas diperdagangkan secara fraksional dengan likuiditas lebih tinggi dibandingkan instrumen tradisional.
Tren Adopsi Crypto Terus Meningkat
Pertumbuhan crypto secara global menunjukkan tren positif. Data dari TRM Labs mencatat aktivitas retail crypto global pada Kuartal I-2026 mencapai US$79 miliar.
Sementara itu, laporan State of Mobile 2025 dari Sensor Tower menunjukkan Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan sesi aplikasi crypto tertinggi kedua di dunia, dengan kenaikan 54% secara tahunan (YoY).
Angka ini menegaskan bahwa minat masyarakat terhadap aset digital terus meningkat, seiring dengan berkembangnya teknologi dan akses yang semakin luas.
“Melalui edukasi yang berkelanjutan, kami ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya melihat kesempatan, tetapi juga memahami risiko aset digital secara menyeluruh, sehingga dapat mengambil keputusan investasi yang bijak,” tutup Ari.
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 15 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu






