Tekanan Rupiah Dinilai Sementara, BI Ungkap Penyebab Utamanya
BeritaNasional.com - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, memberikan penjelasan terkait rendahnya nilai tukar rupiah alias undervalued yang tengah terjadi.
Untuk diketahui, berdasarkan data Refinitiv pada Selasa (5/5/2026) pukul 11.15 WIB, rupiah terpantau berada di level Rp17.425 per USD.
Perry mengatakan bahwa faktor global menjadi penyebab adanya tekanan terhadap rupiah.
Selanjutnya, faktor musiman seperti kebutuhan devisa untuk repatriasi dividen, pembayaran utang, dan kebutuhan jemaah haji turut meningkatkan permintaan dolar.
"Faktor globalnya apa yang menyebabkan tekanan nilai tukar dalam jangka pendek ini? Adalah satu, harga minyak yang tinggi," kata Perry di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/5/2026).
"Dua, suku bunga Amerika yang juga meningkat tinggi. Yield US Treasury 10 tahun sekarang adalah 4,47 persen. Demikian juga dolar yang menguat," tambahnya.
Meski demikian, Perry yakin rupiah akan menguat seiring kuatnya fundamental ekonomi nasional.
"Pertumbuhan ekonomi sangat tinggi, 5,61 persen, inflasi rendah, kredit juga tumbuh tinggi, cadangan devisa juga kuat. Nah, ini adalah fundamental yang menunjukkan bahwa mestinya rupiah itu akan stabil dan cenderung menguat," ujar Perry.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 19 jam yang lalu






