Mengapa Obat Flu Menyebabkan Kantuk? Begini Penjelasannya

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Kamis, 07 Mei 2026 | 11:00 WIB
Ilustrasi meriang (BeritaNasional/Freepik)
Ilustrasi meriang (BeritaNasional/Freepik)

BeritaNasional.com -  Seorang yang sedang terkena virus flu biasanya akan merasakan sakit yang beragam, mulai dari pilek,pusing,batuk bahkan demam. Hal ini sangat menganggu aktifitas. Biasanya selain melakukan istirahat dan minum rempah, juga bisa dengan mengonsumsi obat flu.

Banyak obat flu yang tersedia di pasaran, namun sebagian di antaranya menimbulkan efek samping kantuk. Kondisi ini seringkali menimbulkan pertanyaan mengenai kandungan di dalam obat flu yang menyebabkan rasa ingin tidur.

Rasa kantuk ini bukan tanpa alasan, melainkan karena adanya kandungan tertentu dalam formulasi obat. Memahami penyebabnya dapat membantu individu memilih obat yang tepat sesuai kebutuhan. Berikut penjelasannya yang dilansir dari laman Halodoc.

Apa itu Obat Flu dan Mengapa Menyebabkan Kantuk?

Obat flu umumnya dirancang untuk meredakan berbagai gejala seperti hidung tersumbat, pilek, bersin, batuk, dan demam. Untuk mengatasi gejala pilek dan bersin, banyak obat flu mengandung antihistamin.

Antihistamin adalah kelompok obat yang berfungsi menghambat kerja histamin, zat kimia alami yang dilepaskan tubuh saat terjadi reaksi alergi atau peradangan.

Peran Antihistamin Generasi Pertama

Antihistamin dibagi menjadi beberapa generasi, dan yang paling sering menyebabkan kantuk adalah antihistamin generasi pertama. Contohnya meliputi diphenhydramine dan chlorpheniramine.

Jenis antihistamin ini efektif dalam meredakan gejala flu dan alergi. Namun, efek sedatifnya juga cukup dominan.

Bagaimana Antihistamin Memengaruhi Otak?

Antihistamin generasi pertama memiliki kemampuan untuk menembus sawar darah otak, yaitu penghalang pelindung antara aliran darah dan otak. Setelah masuk ke dalam sistem saraf pusat di otak, obat ini akan bekerja menghambat reseptor histamin.

Histamin di otak berperan penting dalam menjaga kewaspadaan, konsentrasi, dan siklus tidur-bangun. Ketika kerja histamin dihambat oleh antihistamin, maka aktivitas saraf pusat yang berhubungan dengan kewaspadaan akan berkurang.

Inilah yang kemudian memicu munculnya rasa kantuk, pusing, dan penurunan konsentrasi. Efek ini bervariasi pada setiap individu, tergantung dosis dan sensitivitas tubuh.

Memanfaatkan Efek Kantuk untuk Flu Malam Hari

Meskipun kantuk dianggap sebagai efek samping, beberapa produsen obat flu justru memanfaatkan efek ini. Obat flu yang ditujukan untuk konsumsi malam hari seringkali diformulasikan dengan antihistamin generasi pertama.

Tujuannya adalah untuk membantu individu yang mengalami flu agar bisa tidur lebih nyenyak dan mendapatkan istirahat yang cukup. Istirahat yang adekuat sangat penting untuk proses pemulihan tubuh dari infeksi virus.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengonsumsi Obat Flu

Penting untuk selalu membaca label dan petunjuk penggunaan obat flu dengan cermat. Identifikasi apakah obat tersebut mengandung antihistamin generasi pertama yang dapat menyebabkan kantuk.

Jika obat flu yang dikonsumsi menyebabkan kantuk, beberapa aktivitas perlu dihindari. Ini termasuk mengemudi kendaraan, mengoperasikan mesin berat, atau melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan kewaspadaan.

Memilih obat flu non-sedatif yang mengandung antihistamin generasi kedua (seperti loratadine atau cetirizine) atau obat flu tanpa antihistamin dapat menjadi pilihan saat aktivitas harian tidak memungkinkan timbulnya rasa kantuk.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: