PRT Lompat dari Kosan di Jakpus, Polisi Tetapkan 3 Tersangka TPPO

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:23 WIB
Dua PRT di Benhil Jakarta Pusat terjun dari lantai 4. (BeritaNasional/Bachtiarudin)
Dua PRT di Benhil Jakarta Pusat terjun dari lantai 4. (BeritaNasional/Bachtiarudin)

BeritaNasional.com -  Polisi menetapkan tiga tersangka dugaan eksploitasi anak hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terkait kejadian dua pekerja rumah tangga (PRT) melompat dari kosan di Bendungan Hilir (Benhil) Jakarta Pusat (Jakpus).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan penetapan tersangka dilakukan setelah dilakukan gelar perkara terhadap kasus tersebut yang sempat menyita perhatian publik.

“Penyidik bergerak secara profesional dan cepat. Tersangka T dan WA telah ditahan sejak 29 April 2026, sementara tersangka AV menyusul ditahan pada hari ini, 5 Mei 2026,” kata Budi pada Rabu (6/5/2026).

Ketiga tersangka berinisial AV, T alias U, dan WA alias Y yang saat ini telah ditahan di Mapolres Metro Jakarta Pusat. Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka AV diduga mempekerjakan korban sejak November 2025 hingga April 2026.

“Penahanan dilakukan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara tersangka T dan WA disebut berperan dalam proses perekrutan korban sebagai pekerja rumah tangga. Lalu, dalam pembuktian, telah disita sejumlah barang bukti penting, mulai dari dokumen korban, perangkat elektronik, rekaman DVR CCTV, hingga hasil visum dan autopsi.

Selain itu penyidikan juga berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P3A) serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memberikan perlindungan maksimal kepada korban yang masih hidup.

"Kami memastikan penanganan perkara ini dilakukan secara transparan dan tuntas. Para tersangka disangkakan dengan Pasal 446 KUHP, Pasal 455 KUHP, serta Pasal 76I jo Pasal 88 Undang-Undang Perlindungan Anak," katanya.

Polda Metro Jaya, kata Budi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap praktik perekrutan tenaga kerja, khususnya yang melibatkan anak di bawah umur. 

“Masyarakat juga diminta segera melapor ke pihak kepolisian apabila menemukan indikasi eksploitasi manusia atau TPPO di lingkungan sekitar, termasuk melalui layanan Call Center 110, guna menjaga situasi keamanan tetap kondusif,” imbuh dia.

Alasan PRT Nekat Lompat

Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Metro Jakpus, AKBP Roby Saputra menyebut dari informasi sementara, diduga alasan dari kedua PRT nekat lompat karena merasa tidak betah dan ingin kabur dari rumah majikannya.

“Kalau untuk informasi sementara, orang itu katanya nggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4. Satu meninggal, satu patah tangan,” kata Roby saat dihubungi Kamis (23/4/2026).

Kedua PRT yakni D yang mengalami parah tulang dan masih menjalani perawatan di rumah sakit. Lalu, ada R yang meninggal dunia akibat luka dideritanya setelah melompat dari lantai empat gedung..

Sementara untuk faktor yang membuat kedua PRT tidak betah bekerja, akui Roby, masih didalami penyidik. Karena, sampai saat ini penyidik belum selesai memeriksa majikan dari kedua PRT.

“Iya, galak, galak begitulah (informasi dari saksi lain). Nah itu kan bisa saja dengan omongan, bisa saja dengan tindakan. Kita juga belum tahu, karena belum selesai pemeriksaan,” tuturnya.

Sebelumnya, beredar informasi kejadian mengenaskan menimpa dua pekerja rumah tangga (PRT) diduga melompat dari lantai empat bangunan kos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat (Jakpus), Rabu (22/4/2026) malam.

Masih dari informasi tersebut, dua PRT melompat karena ingin kabur dari rumah majikannya. Nahas, satu dari dua PRT yang masih berusia 18 tahun meninggal dunia, dan satunya lagi usia 26 tahun masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Teman saya bilang, bangunan ini adalah kosan 4 lantai, namun yang digunakan untuk kost hanya 3 lantai, lantai 4 dihuni oleh pemilik kost,” tulis informasi yang diterima awak media pada Kamis (23/4/2026).

Sementara akses dari lantai empat kosan, berdasarkan informasi yang dihimpun selalu ditralis dan digembok oleh pemiliknya. Sehingga diyakini aksi melompat menjadi satu-satunya jalan bagi kedua PRT Kabur.

“Jadi PRT yang kabur memang tidak bisa ke mana-mana jadinya kabur,” tulisnya kembali.

Lebih lanjut dari foto yang diterima, terlihat dua PRT yang telah terkapar di sebuah gang dengan tembok di sisi kanan dan kiri. Dari lokasi juga terlihat beberapa bungkusan seperti pakaian yang terjatuh bersama kedua PRT tersebut.

 

 

 

 

 

 

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: