DPR Soroti Masalah Anggaran untuk Benahi Perlintasan Sebidang
BeritaNasional.com - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyoroti anggaran Kementerian Perhubungan yang dinilai tidak mencukupi untuk membenahi permasalahan perkeretaapian. Pembenahan itu dalam rangka evaluasi kecelakaan kereta api di Bekasi Timur.
Lasarus pun menyoroti anggaran Kementerian Perhubungan yang masih kurang Rp11 triliun. Menurutnya, anggaran Kementerian Perhubungan saat ini tidak cukup untuk membenahi permasalahan perkeretaapian di Indonesia.
"Anggaran Bapak itu kalau saya tidak salah masih kurang Rp11 triliun Pak, hari ini. Ya, masih Rp11 triliun kurang. Kalau kita tidak bela Bapak di sini secara politik, bagaimana Bapak mau menyelesaikan carut-marut angkutan yang ada hari ini?" ujarnya saat rapat kerja di Komisi V DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Lasarus mengingatkan Kementerian Perhubungan harus mengutamakan keselamatan transportasi. Jangan sampai kurangnya anggaran jadi permasalahan untuk menjamin keselamatan transportasi.
Politikus PDIP menyoroti dana Bantuan Presiden (Banpres) Rp4 triliun yang disiapkan Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi perlintasan sebidang. Menurutnya, anggaran tersebut tidak cukup untuk menyelesaikan kurang lebih seribu perlintasan kereta sebidang.
"Apakah 4 triliun itu menyelesaikan masalah hari ini untuk lintasan sebidang? Kan tidak Pak. Masih jauh. Lintasan sebidang kita masih seribu lebih Pak. Seribu lebih. Satu underpass, satu flyover saja anggarannya berapa Pak? Puluhan miliar. Jadi tidak mudah, kita masih perlu banyak biaya Pak untuk menyelesaikan persoalan carut-marut di kereta api," ujarnya.
Lasarus juga menyinggung masalah belum adanya double-double track dari Stasiun Bekasi sampai Cikarang. Sebelumnya, double-double track dirasa belum perlu dibangun karena yang melintasi masih sepi. Namun, saat ini double-double track itu dibutuhkan karena banyak kereta yang melintas, dari kereta jarak jauh sampai KRL. Maka itu, perlu juga tambahan biaya untuk membangun double-double track.
"Bapak untuk operasional saja masih kurang 11 triliun, bagaimana mau bikin double-double track lagi? Maka kita duduk di sini supaya ada penguatan. Kita tidak menyalahkan siapapun. Forum ini tidak untuk mencari kesalahan siapapun Pak. Nggak ada orang yang ingin kecelakaan itu. Saya yakin, kita semua tidak menginginkan itu terjadi. Tapi kejadian ini harus kita analisa, simpul persoalannya ada di mana," tegas Lasarus.

TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu




