Menkeu Purbaya: Daya Beli Masyarakat Tetap Kuat, Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen
BeritaNasional.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen pada triwulan I-2026 menunjukkan daya beli masyarakat masih tetap terjaga. Menurutnya, konsumsi rumah tangga menjadi kontributor terbesar dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap kuat dan tumbuh signifikan,” kata Purbaya dilansir dari Antara, Jumat (15/5/2026).
Purbaya menjelaskan, struktur pertumbuhan ekonomi perlu dipahami berdasarkan kontribusi masing-masing komponen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Ia menyebut kontribusi pertumbuhan dihitung dari pertumbuhan masing-masing komponen yang dikalikan dengan pangsanya terhadap perekonomian.
“Kontribusi pertumbuhan dihitung dari pertumbuhan masing-masing komponen dikalikan dengan pangsanya terhadap perekonomian. Dari perhitungan tersebut, konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi sebesar 2,94 persen. Kinerja tersebut didorong meningkatnya mobilitas masyarakat selama momen libur nasional dan hari besar keagamaan seperti Nyepi dan Idul Fitri.
Selain itu, berbagai kebijakan pengendalian inflasi dan stimulus pemerintah turut mendukung peningkatan konsumsi masyarakat. Beberapa di antaranya berupa diskon tiket transportasi, pemberian THR atau gaji ke-14, serta penetapan BI rate pada level 4,75 persen.
Di sisi lain, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi memberikan kontribusi sebesar 1,79 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan tersebut ditopang investasi pemerintah terkait pembangunan prioritas nasional serta investasi swasta.
Sementara itu, belanja pemerintah berkontribusi sebesar 1,26 persen terhadap pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 dengan pertumbuhan mencapai 21,81 persen.
Purbaya mengatakan pertumbuhan belanja pemerintah pada awal tahun merupakan bagian dari strategi percepatan belanja negara agar dampak ekonomi dapat dirasakan lebih merata sepanjang tahun.
Menurut dia, pola belanja pemerintah yang sebelumnya cenderung terkonsentrasi pada akhir tahun kini diarahkan agar terealisasi lebih awal sehingga mampu mendukung aktivitas ekonomi secara lebih optimal.
Pemerintah, lanjutnya, juga terus menjalankan sinergi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan memperkuat daya beli masyarakat. Langkah tersebut dilakukan melalui percepatan realisasi belanja kementerian/lembaga serta pelaksanaan berbagai program prioritas nasional sejak awal tahun.
Sumber: Antara
PERISTIWA | 13 jam yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu






