Jangan Abai! Pubertas Lebih Awal Bisa Jadi Tanda Stres hingga Paparan Zat Kimia
BeritaNasional.com - Bagi wanita pubertas yang ditandai menstruasi merupakan perubahan penting yang menandakan perubahan besar pada metabolisme tubuh. Pada saat itu pula perubahan fisik pada anak wanita terllihat jelas termasuk juga menjadi tanda kematangan rahim. Biasanya anak wanita atau perempuan mengalami perubahan/menstruasi terjadi pada usia belasan tahun atau paling awal yakni 12 tahun.
Namun kini banyak anak perempuan yang mengalami menstruasi lebih dini yakni pada rentang usia 10 tahun. Hal ini menunjukan masa pubertas yang lebih cepat. Melansir Hindus Time, dokter spesialis obstetri dan ginekologi Deepthi Ashwin dari Aster Whitefield Hospital di India menerangkan fenomena ini. Perubahan ini disebutnya dipengaruhi banyak faktor seperti gaya hidup dan kondisi kesehatan tertentu.
Menstruasi pertama yang datang lebih cepat dapat dipicu oleh berbagai sebab seperti obesitas anak, faktor genetik, ketidakseimbangan hormon, paparan zat kimia dari lingkungan yang mengganggu hormon, stres, hingga gangguan neurologis tertentu.
Selain faktor tersebut, beberapa penyakit juga disebut dapat mempercepat pubertas pada anak perempuan. Kondisi seperti gangguan tiroid, sindrom ovarium polikistik atau PCOS, gangguan kelenjar adrenal, kista ovarium, hingga kelainan langka pada otak dapat memengaruhi perubahan hormon lebih dini.
Menurut dia munculnya tanda pubertas terlalu cepat juga bisa menjadi sinyal adanya masalah kesehatan yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Ia pun menyarankan orang tua tidak mengabaikan kondisi tersebut dan segera melakukan pemeriksaan medis jika anak menunjukkan tanda pubertas dini.
Proses evaluasi biasanya mencakup pemeriksaan pertumbuhan, tes hormon, pemindaian usia tulang, hingga pencitraan khusus bila diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Penanganan akan disesuaikan dengan kondisi masing masing anak. Dalam banyak kasus, perubahan pola hidup dan pengendalian berat badan sudah cukup membantu, namun pada kondisi tertentu diperlukan terapi hormon untuk mengatur perkembangan pubertas. (Antara)
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 4 jam yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu






