Komisi VIII DPR Minta Penguatan Edukasi Budaya dan Aturan Sosial Arab Saudi bagi Jemaah Haji
BeritaNasional.com - Anggota Komisi VIII DPR Lisda Hendrajoni meminta pemerintah memperkuat edukasi mengenai budaya, aturan hukum dan etika sosial di Arab Saudi bagi calon jemaah haji Indonesia.
Desakan ini muncul setelah beredarnya video seorang jemaah asal Indonesia yang diamankan aparat keamanan di Madinah karena diduga merekam perempuan setempat tanpa izin.
Lisda menilai insiden tersebut harus menjadi evaluasi serius dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Ia menyebut pembekalan jemaah selama ini masih berfokus pada tata cara ibadah dan teknis perjalanan, sementara pemahaman mengenai budaya serta aturan sosial Arab Saudi belum diberikan secara optimal.
“Masih banyak jemaah kita yang belum memahami secara utuh aturan sosial dan budaya di Arab Saudi," ujar Lisda dalam keterangan tertulis dikutip Sabtu (16/5/2026).
"Hal-hal yang mungkin dianggap biasa di Indonesia, bisa menjadi persoalan hukum di sana,” tambahnya.
Ia menilai materi manasik haji perlu diperluas, termasuk edukasi mengenai larangan mengambil foto atau video orang lain tanpa izin.
DPR mengingatkan masyarakat Arab Saudi sangat menjunjung tinggi privasi, terutama terhadap perempuan, sehingga tindakan merekam secara sembarangan dapat menimbulkan konsekuensi hukum.
Lisda juga menyoroti meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan jemaah. Banyak jemaah aktif mendokumentasikan kegiatan selama berada di Tanah Suci, namun belum sepenuhnya memahami batasan hukum dan etika yang berlaku di negara tersebut.
“Jangan sampai niat mengabadikan momen justru berakhir menjadi persoalan hukum. Ini yang harus benar-benar dipahami oleh jemaah kita sebelum berangkat,” katanya.
DPR juga meminta petugas haji, pembimbing ibadah, dan ketua kloter lebih aktif memberikan pendampingan serta pengingat mengenai budaya dan regulasi di Arab Saudi.
Menurutnya, perlindungan terhadap jemaah tidak cukup hanya melalui pelayanan teknis, tetapi juga penguatan pemahaman hukum dan etika sosial.
“Petugas jangan hanya fokus pada teknis keberangkatan dan ibadah. Pemahaman tentang budaya, aturan hukum, dan etika di Arab Saudi juga sangat penting demi melindungi jemaah kita,” terang dia.
Ia juga mengimbau seluruh jemaah Indonesia lebih bijak menggunakan telepon genggam selama menjalankan ibadah haji, termasuk tidak merekam orang lain tanpa izin—terutama perempuan dan aparat keamanan—guna menghindari kesalahpahaman maupun pelanggaran aturan.
Lisda menegaskan ibadah haji bukan hanya terkait ritual keagamaan, tetapi juga mencerminkan sikap dan perilaku bangsa Indonesia di mata dunia internasional.
“Haji bukan hanya soal ibadah ritual, tetapi juga bagaimana kita menunjukkan akhlak, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap aturan negara lain,” tutupnya.

GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






