Soroti Rupiah Melemah, Anggota DPR Tegur Gubernur BI saat Rapat
BeritaNasional.com - Anggota Komisi XI DPR RI Primus Yustisio menyinggung pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Primus menegur langsung Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warijo saat rapat kerja di Komisi XI DPR. Menurut Primus, kondisi rupiah yang lemah menurunkan kepercayaan publik dan menggerus kredibilitas bank sentral.
"Pak Perry yang saya hormati, kadang-kadang, Pak, kalau kita mengambil tindakan gentleman, itu bukan penghinaan, Pak. Saya berikan contoh, mungkin saatnya sekarang Bapak mengundurkan diri, tidak ada salah," ujarnya saat rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
"Kalau Anda tidak bisa melakukan tugas Anda dengan baik, seperti itu. Tidak ada salahnya," tegasnya.
Primus juga menyinggung nilai tukar rupiah terhadap mata uang euro juga melemah. Pada awal 2006 berada pada angka Rp7000, namun saat ini sudah mencapai Rp20.000.
Politikus PAN ini menilai, pelemahan nilai tukar rupiah merupakan anomali di saat pertumbuhan ekonomi berkisar 5,61 persen.
“Pertumbuhan ekonomi kita 5,61 persen, tetapi nilai tukar rupiah justru melemah tajam dan berada di level terendah terhadap dolar,” ucapnya.
Akibat pelemahan rupiah, kata Primus, publik kehilangan kepercayaan terhadap Bank Indonesia. Ia meminta BI mengambil sikap yang berani agar nilai tukar rupiah menjadi kuat.
"Pak. Kita tidak bisa berdiam diri. Apa yang terjadi saat ini, menurut saya pribadi, Bank Indonesia saat ini sudah menghilangkan trust. Bank Indonesia sudah mengesampingkan kredibilitasnya. Dan Anda sebagai pimpinan Bank Indonesia, sebagai tokoh utamanya, harus gentleman, Pak. Harus berani melawan. Ada apa ini? Kenapa ini?," tukasnya.
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu






