Albiceleste Susah Payah Singkirkan Cape Verde, Scaloni: Jadi Orang Argentina Harus Siap Menderita
BeritaNasional.com - Pelatih Tim Nasional (Timnas) Argentina Lionel Scaloni memberikan apresiasi tinggi kepada Cape Verde setelah timnya dipaksa memeras keringat dalam laga dramatis di babak 32 besar Piala Dunia.
Bertanding di Miami Stadium pada Sabtu (4/7/2026) waktu setempat, sang juara bertahan harus melalui babak perpanjangan waktu sebelum akhirnya menyegel kemenangan tipis 3-2 atas tim debutan tersebut.
Cape Verde tampil mengejutkan dan menunjukkan perlawanan gigih. Tim asal Afrika tersebut sukses dua kali mengejar ketertinggalan sebelum akhirnya gol bunuh diri di babak extra time menyudahi perlawanan sengit dan mengubur mimpi indah sang tim kuda hitam.
Kemenangan ini memastikan langkah timnas berjuluk Albiceleste ini ke babak 16 besar untuk menantang Mesir di Atlanta pada 7 Juli mendatang.
Pujian Scaloni untuk Sang Debutan
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Scaloni tidak ragu memuji daya juang lawannya yang tampil tanpa beban.
"Ini adalah pertandingan yang sangat sulit. Hari ini Cape Verde membuktikan bahwa mereka adalah tim yang hebat. Sejujurnya, semua pemain kami merasa sangat kelelahan karena lawan memaksa kami mengeluarkan kemampuan terbaik," ujar Scaloni yang dikutip dari laman resmi FIFA pada Sabtu.
Scaloni juga memanfaatkan momen ini untuk membungkam para pengamat yang sempat menyebut Argentina mendapatkan keuntungan dari hasil undian (drawing) yang dianggap mudah.
"Kemenangan ini sekaligus menjawab mereka yang mengatakan kami mendapat jalur mudah. Tentu saja kami layak menang dan lolos, tetapi di Piala Dunia tidak pernah ada lawan yang mudah," tegasnya.
"Saya bahkan sampai berdoa agar pertandingan cepat usai. Anda bisa lihat sendiri bagaimana mereka mencetak gol-gol yang luar biasa," tambahnya.
Meski mengonversi laga dengan catatan evaluasi, Scaloni memuji ketahanan fisik dan mental anak asuhnya yang mampu bertahan selama 120 menit, terlepas dari kendala kondisi lapangan yang dinilainya kurang ideal.
"Para pemain menyelesaikan laga dengan kondisi kram dan kelelahan luar biasa akibat menit bermain yang panjang. Namun, ketika bermain dengan sepenuh hati, mereka bisa mengatasi rintangan apa pun," tutur pelatih yang membawa Argentina juara dunia pada 2022 tersebut.
Bagi Scaloni, kemenangan yang diraih lewat perjuangan berdarah-darah ini justru mencerminkan identitas asli sepak bola Argentina yang sarat akan determinasi dan mentalitas pantang menyerah.
"Inilah Argentina. Jika Anda tidak memahaminya, akan sulit melihat pertandingan tadi. Bagi kami, tidak ada keberhasilan yang datang secara instan. Apa artinya menjadi orang Argentina? Artinya adalah siap menderita," tandasnya.
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
BUDAYA | 2 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu






