Aplikasi AI Good Karma Bantu Relawan Lebih Dekat dengan Lansia

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 20 Mei 2026 | 01:06 WIB
Aplikasi AI Good Karma. (Foto/doc. Redpumpkin.AI)
Aplikasi AI Good Karma. (Foto/doc. Redpumpkin.AI)

BeritaNasional.com -  Organisasi pelajar Little Penguin dari British School Jakarta bersama Redpumpkin.AI meluncurkan inisiatif Good Karma, sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mengatur kunjungan relawan ke panti jompo sekaligus meningkatkan kualitas interaksi dengan para lansia.

Melalui platform ini, relawan dapat mendaftar, memilih panti jompo tujuan, hingga mengumpulkan poin apresiasi. Di sisi lain, pihak panti jompo juga dimudahkan dalam memantau aktivitas relawan secara real-time dalam satu sistem terintegrasi.

AI untuk Mendekatkan, Bukan Menggantikan Interaksi

Pengembangan Good Karma membawa pendekatan yang berbeda. Redpumpkin.AI menghadirkan teknologi GenAI yang tidak hanya berfokus pada otomatisasi, tetapi juga pada upaya “memanusiakan” interaksi.

Salah satu fitur utamanya adalah AI Companion for Volunteers, yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan komunikasi antar generasi.

Fitur ini membantu relawan muda yang sering merasa canggung saat berinteraksi dengan lansia dengan memberikan rekomendasi topik pembicaraan dan ide aktivitas yang disesuaikan dengan profil serta minat para penghuni panti.

Dengan begitu, setiap kunjungan diharapkan menjadi lebih cair, hangat, dan bermakna.

Kolaborasi ini tidak berhenti pada peluncuran awal. Program Good Karma akan dijalankan melalui fase sosialisasi di panti jompo, sekaligus membuka peluang kerja sama lebih luas untuk memperbesar dampak sosialnya.

Ke depan, konsep ini juga akan diperluas ke sektor pendidikan di bawah naungan Little Penguin, dengan pendekatan serupa untuk membantu guru memahami kebutuhan siswa secara lebih personal melalui teknologi AI.

Dampak Kesehatan Lansia

Dari sisi kesehatan, kehadiran relawan dinilai memberi dampak nyata bagi aktivitas fisik lansia. Dr. Henry Suhendra, Sp.OT(K), menjelaskan bahwa interaksi sosial memiliki peran penting dalam menjaga mobilitas mereka.

"Kesehatan lansia bergantung pada mobilitas. Prinsipnya sederhana: daripada tidur lebih baik duduk, daripada duduk lebih baik berdiri, daripada berdiri lebih baik berjalan, dan daripada sekadar berjalan lebih baik bergerak aktif. Kehadiran relawan melalui Good Karma memberikan stimulasi mental agar lansia termotivasi untuk terus bergerak," jelas Dr. Henry, seperti dikutip dalam keterangannya, Rabu (19/5/2026).

British School Jakarta juga menilai program ini sebagai bentuk pembelajaran yang nyata bagi siswa. Good Karma dipandang bukan sekadar proyek teknologi, tetapi juga sarana pembentukan karakter melalui keterlibatan langsung dalam isu sosial.

Adimas Grahito, perwakilan sekolah, menekankan bahwa inisiatif ini menunjukkan bagaimana pendidikan dapat menjadi lebih relevan ketika siswa dihadapkan pada tantangan nyata di masyarakat.

Sementara itu, Founder Little Penguin, Sean William, bersama Public Relation Little Penguin, Keana Gardon, menegaskan bahwa Good Karma dirancang sebagai jembatan sosial antara generasi muda dan lansia.

"Kami merancang Good Karma sebagai jembatan. Kami ingin lansia merasa kembali didengar. Setelah ini, fokus kami adalah membawa solusi AI hasil kolaborasi dengan Redpumpkin.AI ke dunia pendidikan untuk membantu guru dan rekan pelajar agar lebih berdaya," ujar Sean.

Dengan visi tersebut, Good Karma tidak hanya diposisikan sebagai aplikasi relawan, tetapi juga sebagai model pemanfaatan AI untuk memperkuat empati, pendidikan, dan koneksi antargenerasi.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: