Seluruh Relawan Global Sumud Flotilla Dikabarkan Telah Dibebaskan Militer Israel

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 21 Mei 2026 | 18:44 WIB
Aktivis Global Sumud Flotilla (Foto/Freedomflotilla)
Aktivis Global Sumud Flotilla (Foto/Freedomflotilla)

BeritaNasional.com - Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) melaporkan seluruh relawan Global Sumud Flotilla 2.0 telah dibebaskan oleh tentara Israel. Termasuk 9 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan saat bersama rombongan relawan.

Kabar itu disampaikan Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandy setelah mendapatkan informasi dari tim hukum dan sumber diplomatik internasional untuk para relawan sedang dalam proses deportasi pada Kamis (21/5/2026)

”Seluruh delegasi Global Sumud Flotilla (GSF) dan Freedom Flotilla Coalition (FFC) yang sebelumnya ditahan di Penjara Ktziot telah dibebaskan dari fasilitas penahanan Israel. Para delegasi saat ini sedang dalam proses deportasi dan pemulangan keluar dari wilayah Israel,” kata Harfin kepada awak media.

Nantinya para relawan akan dibawa keluar dari wilayah Israel menuju Istanbul, Turki. Dengan adanya kabar itu, GPCI pun terus memantau perkembangan guna memastikan para relawan bisa kembali dengan selamat. 

Sebab selama ditahan, GPCI mendapat laporan jika pihak militer Israel melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap para relawan aktivis kemanusiaan yang menjadi pelanggaran serius terhadap hukum internasional. 

”Sebelumnya, para delegasi melaporkan mengalami berbagai tindakan kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi selama penahanan, diantaranya pemukulan, penggunaan taser dan peluru karet, penghinaan dan pelecehan, pemaksaan posisi menyakitkan, hingga beberapa korban mengalami luka serius dan perawatan medis,” beber Harfin.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pada Rabu mengonfirmasi sembilan WNI yang berpartisipasi dalam flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza menjadi korban penculikan pasukan Zionis Israel yang menyergap kapal-kapal mereka. 

Di antara WNI yang diculik Israel tersebut, terdapat tiga wartawan media nasional yang menjalankan tugas jurnalistiknya, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.


 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: