Harga Minyak Mentah Dunia Turun 5 Persen usai Kabar Damai AS-Iran Menguat
BeritaNasional.com - Harga minyak mentah dunia langsung terjun bebas sekitar 5 persen pada pembukaan perdagangan pada Senin (25/5/2026) WIB.
Anjloknya harga komoditas ini dipicu oleh rilisnya laporan terkait kemajuan signifikan dalam pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Berdasarkan data pasar, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sempat menyentuh titik terendah dengan merosot hingga USD5,35 atau 5,53 persen ke posisi 91,25 dolar AS per barel.
Tren serupa dialami minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Juli yang anjlok USD5,57 atau 5,38 persen ke level 97,97 dolar AS per barel.
Sentimen positif ini berembus setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Sabtu lalu bahwa draf perjanjian damai dengan Iran sejatinya "sebagian besar telah dinegosiasikan".
Saat ini, kesepakatan tersebut tinggal menunggu proses finalisasi antara AS, Iran, dan sejumlah negara terkait di kawasan Timur Tengah.
Poin-poin Penting Draf Kesepakatan
Melansir laporan Axios yang mengutip pernyataan seorang pejabat AS, usulan kesepakatan yang kini tinggal selangkah lagi ditandatangani tersebut mencakup beberapa poin krusial, antara lain:
- Perpanjangan masa gencatan senjata selama 60 hari.
- Pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
- Pemberian izin bagi Iran untuk kembali menjual minyaknya secara bebas di pasar internasional.
- Pelaksanaan negosiasi lanjutan guna membatasi program nuklir Iran.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan Washington berkomitmen penuh untuk menggelar pembicaraan yang sangat serius mengenai program nuklir Teheran, dengan syarat utama Iran harus membuka kembali akses penuh ke Selat Hormuz.
Di sisi lain, tanda-tanda pelonggaran di jalur laut mulai terlihat. Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan bahwa sebanyak 33 kapal logistik telah berhasil melewati Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir setelah melakukan koordinasi dan mengantongi izin resmi dari pasukannya.
Pasokan Minyak Diprediksi Belum Bisa Pulih Cepat
Meskipun angin segar perdamaian berhasil meredam kepanikan pasar, ekonom komoditas di Capital Economics, Hamad Hussain, mengingatkan para pelaku pasar untuk tidak berekspektasi terlalu tinggi.
Ia menilai pasokan energi global tidak akan bisa kembali ke level sebelum perang dalam waktu dekat.
Hussain menyebutkan, kerusakan masif pada fasilitas infrastruktur, penghentian total produksi minyak selama konflik, serta hambatan logistik yang masih tersisa di Selat Hormuz menjadi ganjalan utama pemulihan pasokan.
Menurut analisisnya, harga minyak dunia diproyeksikan masih akan tertahan di level yang cukup tinggi untuk beberapa waktu ke depan.
Tren penurunan harga yang stabil baru benar-benar terjadi ketika keseimbangan antara permintaan dan penawaran di pasar global membaik secara signifikan, yang kemungkinan besar baru akan terealisasi sepenuhnya pada tahun 2027.
Sumber: Xinhua News
HUKUM | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 22 jam yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu





