8 Negara Kutuk Keras Perlakuan Keji Israel terhadap Aktivis Gaza
BeritaNasional.com - Gelombang kecaman keras datang dari delapan menteri luar negeri negara-negara Arab dan Islam atas tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh otoritas Israel.
Mereka mengutuk keras perlakuan "mengerikan, merendahkan, dan tidak dapat diterima" terhadap para aktivis kemanusiaan dari Global Sumud Flotilla (GSF) yang ditahan saat menuju Gaza.
Kecaman bersama tersebut dirilis pada Minggu (24/5/2026) oleh para menteri luar negeri dari delapan negara, yaitu Indonesia, Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, Pakistan, Turki, Arab Saudi, dan Qatar.
Dalam pernyataan tertulisnya, kedelapan diplomat tersebut menegaskan bahwa aksi Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang sengaja mempermalukan para tahanan di depan publik merupakan serangan memalukan terhadap martabat manusia.
Tindakan tersebut juga dinilai sebagai bentuk pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional.
Selain itu, para menteri luar negeri juga menyesalkan maraknya hasutan serta kekerasan "ilegal dan ekstremis" yang terus digaungkan oleh Ben-Gvir beserta pejabat Israel lainnya terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan.
Mereka memperingatkan bahwa provokasi semacam ini hanya akan menyuburkan benih kebencian dan ekstremisme sekaligus menjauhkan peluang terciptanya perdamaian yang adil melalui solusi dua negara (two-state solution).
Atas dasar pelanggaran berulang tersebut, para diplomat dunia ini menuntut pertanggungjawaban hukum secara internasional dan mendesak adanya langkah konkret global untuk menghentikan segala bentuk provokasi jahat dari Ben-Gvir.
Ketegangan ini bermula pada Rabu pekan lalu, ketika ratusan relawan dari armada bantuan kemanusiaan yang hendak menuju Gaza ditangkap dan dibawa paksa ke Pelabuhan Ashdod, Israel.
Tak lama berselang, Ben-Gvir memicu kontroversi global dengan merilis sebuah video yang memperlihatkan para aktivis diborgol dan dipaksa tengkurap di tanah sambil diiringi pemutaran lagu kebangsaan Israel.
Pihak penyelenggara Global Sumud Flotilla menyatakan bahwa kapal-kapal angkatan laut militer Israel mencegat seluruh konvoi bantuan mereka saat masih berada di perairan internasional, tepatnya sekitar 250 mil laut dari garis pantai Gaza.
Menanggapi meledaknya kemarahan dan kecaman dari dunia internasional pascainsiden video tersebut, pemerintah Israel akhirnya mengumumkan pada Kamis lalu bahwa mereka telah mendeportasi seluruh aktivis armada bantuan itu kembali ke negara masing-masing.
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 23 jam yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 21 jam yang lalu







