Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Semester II 2026: Ada Diskon Tiket hingga Insentif Pajak

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 27 Mei 2026 | 04:00 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (dua dari kanan). (Foto/BPMI)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (dua dari kanan). (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com - Pemerintah bergerak cepat menyusun strategi demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di paruh kedua tahun ini. 

Melalui Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas), sejumlah stimulus ekonomi dan perpanjangan kebijakan kerja fleksibel siap diluncurkan untuk memastikan aktivitas roda ekonomi tetap bergerak optimal pada semester II tahun 2026.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan salah satu langkah awal yang dipertahankan adalah kebijakan work from home (WFH). 

Berdasarkan evaluasi dua bulan terakhir, kebijakan transformasi budaya kerja ini terbukti efektif memberikan dampak positif pada efisiensi konsumsi energi nasional.

“Tadi kita evaluasi terkait WFH (Work From Home), dalam dua bulan dan berlihat hasilnya cukup baik, di mana juga terjadi penurunan penggunaan Pertalite di bulan April hingga 9 persen, jadi hasilnya cukup baik, dan oleh karena itu tadi diputuskan untuk dilanjutkan dua bulan ke depan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melalui keterangan persnya di Jakarta pada Selasa (26/5/2026).

Kebijakan WFH ini akan segera ditindaklanjuti oleh Kementerian/Lembaga terkait, termasuk penerapannya untuk sektor swasta.

Diskon Transportasi Liburan Sekolah dan Nataru 2026

Fokus utama pemerintah dalam paket stimulus semester II 2026 ini mengarah pada sektor transportasi dan pariwisata. 

Guna meringankan beban masyarakat sekaligus menggairahkan pergerakan ekonomi domestik, pemerintah mengalokasikan anggaran ratusan miliar rupiah untuk diskon tarif angkutan massal pada momen libur sekolah dan libur Natal 2026 serta Tahun Baru 2027 (Nataru).

Untuk periode libur sekolah (20 Juni–15 Agustus 2026), pemerintah mengucurkan anggaran Rp190,5 miliar dengan target 3 juta lebih penerima manfaat berupa:

  • Kereta Api: Potongan harga tiket sebesar 30% (20 Juni–5 Juli 2026).
  • Kapal Pelni: Diskon 30% dari tarif dasar (20 Juni–15 Agustus 2026).
  • Penyeberangan ASDP: Pembebasan total tarif jasa kepelabuhanan (20 Juni–5 Juli 2026).

Sementara untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik dan liburan Nataru (Desember 2026–Januari 2027), stimulus sebesar Rp161,4 miliar disiapkan dengan skema diskon serupa bagi moda kereta api, kapal laut Pelni, dan penyeberangan ASDP.

Tak hanya jalur darat dan laut, pemerintah juga jorjoran memberikan stimulus untuk transportasi udara melalui insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi. Pagu anggaran yang disiapkan mencapai Rp472,7 miliar untuk masa libur sekolah dan meroket hingga Rp722 miliar pada masa libur Nataru, lengkap dengan tambahan diskon Airport Tax (PJP2U) sebesar 50 persen.

Insentif Pajak Penulis hingga Anggaran Vokasi Triliunan Rupiah

Kabar baik juga datang bagi industri kreatif. Pemerintah sepakat memberikan kelonggaran pajak bagi para pekerja literasi demi mendorong produktivitas karya nasional pada paruh kedua tahun ini.

“Terkait dengan perpajakan bagi penulis, tadi kita sudah putuskan untuk memberikan insentif pajak, untuk penulis diberikan PPh Final (Royalti) sebesar 1,5 persen,” jelas Menko Airlangga.

Di sektor ketenagakerjaan, pemerintah menyiapkan bantalan tebal berupa Program Magang Nasional dan Vokasi Nasional yang akan bergulir mulai Juli 2026.

Program Magang Nasional mendapatkan kucuran dana fantastis sebesar Rp4,14 triliun dengan target 150.000 peserta untuk memperkuat sistem link and match antara dunia pendidikan dan industri.

Sebagai pelengkap stimulus di bidang SDM, anggaran jumbo senilai Rp2,12 triliun juga disiapkan untuk program vokasi nasional. Stimulus penyerapan kerja ini ditargetkan menyasar 220.000 lulusan SMK serta 50.000 pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK), guna mengembalikan kompetensi dan kesiapan mereka di pasar kerja nasional.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: