LPPOM Minta Panitia Kurban Ganti Kantong Plastik dengan Besek Bambu atau Daun
BeritaNasional.com - Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) mengingatkan peran Juru Sembelih Halal (Juleha) sangat krusial dalam perayaan Idul Adha.
Juleha menjadi garda terdepan untuk memastikan proses eksekusi hewan kurban tidak hanya sah secara syariat Islam, tetapi juga memenuhi standar kebersihan yang ketat.
VP Corporate Secretary LPPOM Raafqi Ranasasmita menjelaskan seorang Juleha wajib membekali diri dengan kompetensi yang mumpuni, baik dari segi fikih maupun keahlian praktis di lapangan.
“Juleha perlu memahami tata cara penyembelihan halal sekaligus memiliki keterampilan teknis agar proses berlangsung cepat, tepat, dan meminimalkan rasa sakit pada hewan,” ujar VP Corporate Secretary LPPOM Raafqi Ranasasmita di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Raafqi menambahkan, tanggung jawab Juleha sebenarnya sudah dimulai sejak penanganan satwa sebelum disembelih (animal welfare). Momentum Iduladha harus menjadi pengingat bersama bahwa ibadah kurban wajib mengintegrasikan aspek higienitas, keamanan pangan, kesejahteraan hewan, hingga dampaknya terhadap ekosistem sekitar.
Komitmen ini dinilai penting agar seluruh rangkaian ibadah kurban dikelola secara profesional demi menghasilkan produk pangan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Waspada Kontaminasi Silang pada Daging
LPPOM menekankan kesempurnaan ibadah kurban tidak boleh terputus di meja penyembelihan saja. Manajemen pascapenyembelihan memegang andil yang sama besarnya dalam menentukan kualitas konsumsi masyarakat.
“Seluruh tahapan tersebut penting untuk menjaga kualitas, kebersihan, dan kehalalan daging kurban,” katanya.
Saat memasuki fase pengulitan, pemotongan, hingga proses distribusi, penerapan prinsip sanitasi yang higienis wajib diperketat guna menghindari risiko kontaminasi silang dari bakteri berbahaya.
LPPOM: Kurangi Plastik, Pilih Besek dan Daun
Salah satu sorotan tajam LPPOM dalam ritual tahunan ini adalah gunungan sampah kantong plastik sekali pakai yang kerap digunakan sebagai wadah pembagian daging.
Raafqi mendorong panitia kurban di berbagai daerah untuk mulai memigrasikan kemasan ke bahan alami yang jauh lebih ramah lingkungan.
Penggunaan media tradisional seperti besek bambu, daun pisang, daun jati, ataupun wadah plastik guna ulang (reusable) dinilai menjadi solusi jitu.
Selain efektif menekan pencemaran lingkungan, langkah ini secara otomatis ikut menghidupkan roda ekonomi para pelaku UMKM pengrajin lokal.
Terakhir, tata kelola limbah sisa penyembelihan seperti darah dan kotoran hewan juga harus dieksplorasi dengan benar agar tidak dibuang sembarangan ke fasilitas umum atau saluran air warga.
“Pelaksanaan kurban yang halal dan higienis harus sejalan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Oleh sebab itu, kolaborasi antara panitia kurban, juru sembelih, pemerintah daerah, dan masyarakat diperlukan untuk mewujudkan pelaksanaan kurban yang tertib, aman, sehat, dan ramah lingkungan,” katanya.
Sumber: Antara
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






