Ketegangan Iran-AS Memanas, IRGC Klaim Balasan Serangan ke Pangkalan AS

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 28 Mei 2026 | 11:46 WIB
Kapal militer AS mencegat kapal berbendera Iran di Selat Hormuz. (Foto/X Centcom)
Kapal militer AS mencegat kapal berbendera Iran di Selat Hormuz. (Foto/X Centcom)

BeritaNasional.com - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sebuah “pangkalan udara Amerika” sebagai balasan atas serangan militer AS di dekat Bandar Abbas.

Dalam pernyataan yang dikutip Tasnim News Agency, IRGC menyebut serangan dilakukan pada pukul 04.50 waktu setempat (01.20 GMT). Target tersebut diklaim sebagai lokasi asal “agresi” Amerika, meski IRGC tidak merinci lokasi pasti pangkalan udara yang dimaksud.

Langkah ini terjadi setelah militer Amerika Serikat dilaporkan menyerang sebuah area di pinggiran Bandar Abbas pada dini hari sebelumnya.

IRGC menegaskan bahwa setiap bentuk “agresi tidak akan dibiarkan tanpa respons dan memperingatkan bahwa aksi militer lanjutan akan dibalas dengan respons yang “lebih tegas”.

AS Tembak Jatuh Drone Iran di Sekitar Selat Hormuz

Di sisi lain, laporan dari Reuters dan Associated Press menyebutkan bahwa militer Amerika Serikat menembak jatuh empat drone serang milik Iran di wilayah sekitar Selat Hormuz. Informasi tersebut dikutip dari sejumlah pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Selain itu, pasukan AS juga dilaporkan menghantam sebuah stasiun kendali darat di Bandar Abbas yang disebut sedang bersiap meluncurkan drone kelima.

Seorang pejabat militer AS mengatakan bahwa tindakan tersebut bersifat “terukur, murni defensif, dan bertujuan menjaga gencatan senjata”.

Sementara itu, laporan Associated Press menyebut keempat drone tersebut dianggap sebagai ancaman langsung terhadap pasukan Amerika di kawasan tersebut.

Insiden terbaru ini kembali menambah panas situasi di kawasan strategis Selat Hormuz, jalur penting perdagangan energi global. Kedua pihak saling melaporkan tindakan militer dalam waktu berdekatan, memperkuat kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.

Hingga kini, belum ada konfirmasi independen terkait detail serangan yang diklaim oleh kedua pihak.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: