Pemprov DKI: Infrastruktur Banjir Jakarta Belum Mampu Hadapi Hujan Ekstrem

Oleh: Lydia Fransisca
Kamis, 28 Mei 2026 | 21:00 WIB
Hujan ekstrem landa Jakarta (Foto/Pixabay)
Hujan ekstrem landa Jakarta (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengakui bahwa infrastruktur pengendali banjir yang dimiliki belum sepenuhnya mampu menghadapi curah hujan ekstrem yang kerap terjadi di Ibu Kota.

Kepala Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum mengatakan, kapasitas desain infrastruktur pengendali banjir di Jakarta saat ini hanya dirancang untuk menghadapi curah hujan 100-150 mm.

“Kapasitas desain ini ditentukan dari probabilitas curah hujan yang terjadi, di Jakarta kapasitas desain yang digunakan yaitu 100-150 mm,” kata Ika, Kamis (28/5/2026).

Menurut dia, curah hujan dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan hingga mencapai 150-250 mm akibat perubahan iklim. 

Kondisi tersebut, lanjut Ika, membuat kapasitas infrastruktur yang ada tidak lagi memadai saat hujan ekstrem terjadi.

“Jadi, pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Jakarta efektif untuk curah hujan 100-150 mm, sedangkan untuk curah hujan yan lebih tinggi lagi dibutuhkan kapasitas infrastruktur yang lebih besar,” ujar Ika.

Ika menjelaskan, Pemprov DKI tetap melakukan berbagai upaya penanganan banjir, salah satunya dengan menyiapkan pompa stasioner dan pompa mobile.

Hingga 18 Mei 2026, Pemprov DKI memiliki 683 unit pompa stasioner di 246 lokasi serta 540 unit pompa mobile yang tersebar di lima wilayah kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Selain itu, Dinas SDA juga melakukan pembangunan dan pemeliharaan sungai maupun waduk melalui proyek JakTirta dan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

“Proyek ini akan menghadirkan berbagai macam infrastruktur pengendalian banjir yang terdiri dari pembangunan sistem polder secara bertahap,” tandasnya.
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: