Sentil Pengelolaan Sumber Daya, Prabowo Sebut Rakyat Sudah Terlalu Lama Jadi Penonton

Oleh: Ahda Bayhaqi
Senin, 01 Juni 2026 | 11:44 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Gedung Pancasila. (Foto/YouTube Setpres)
Presiden Prabowo Subianto saat memimpin upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Gedung Pancasila. (Foto/YouTube Setpres)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto mengakui kekayaan Indonesia tidak bisa sepenuhnya dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Menurut dia, rakyat Indonesia sudah terlalu lama hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsa sendiri.

"Kita harus mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Terlalu lama sebagian nilai tambah atas sumber daya kita dinikmati di luar negeri. Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri," ujar Prabowo dalam pidato Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Jakarta, Senin (1/6/2026).

Menurut Prabowo, Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Indonesia menjadi produsen terbesar komoditas yang dibutuhkan dunia modern. Mulai mineral penting, kelapa sawit, batu bara, nikel hingga komoditas pertanian.

"Dan, sekarang, kita sudah swasembada pangan. Banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap," ucapnya.

Karena itu, Prabowo bersumpah akan melakukan transformasi bangsa, terutama transformasi ekonomi nasional.

"Transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berlandaskan Pancasila menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila," ucapnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: