HUT ke 58 Majalah Parlementaria, DPR Gelar Diskusi Publik Bahas Sejarah dan Jembatan DPR dengan Publik

Oleh: Elvis Sendouw
Kamis, 04 Juni 2026 | 19:19 WIB
Diskusi publik dengan tema "Sejarah Parlementaria: Media Cetak DPR sebagai Arsip Nasional" pada acara HUT ke-58 Majalah Parlementaria di DPR RI. (BeritaNasional/Elvis Sendouw) Diskusi publik dengan tema "Sejarah Parlementaria: Media Cetak DPR sebagai Arsip Nasional" pada acara HUT ke-58 Majalah Parlementaria di DPR RI. (BeritaNasional/Elvis Sendouw) Diskusi publik dengan tema "Sejarah Parlementaria: Media Cetak DPR sebagai Arsip Nasional" pada acara HUT ke-58 Majalah Parlementaria di DPR RI. (BeritaNasional/Elvis Sendouw) Diskusi publik dengan tema "Sejarah Parlementaria: Media Cetak DPR sebagai Arsip Nasional" pada acara HUT ke-58 Majalah Parlementaria di DPR RI. (BeritaNasional/Elvis Sendouw) Diskusi publik dengan tema "Sejarah Parlementaria: Media Cetak DPR sebagai Arsip Nasional" pada acara HUT ke-58 Majalah Parlementaria di DPR RI. (BeritaNasional/Elvis Sendouw) Diskusi publik dengan tema "Sejarah Parlementaria: Media Cetak DPR sebagai Arsip Nasional" pada acara HUT ke-58 Majalah Parlementaria di DPR RI. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Diskusi publik dengan tema "Sejarah Parlementaria: Media Cetak DPR sebagai Arsip Nasional" pada acara HUT ke-58 Majalah Parlementaria di DPR RI. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com -  Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana (dua kanan), Beawiharta Fotografer Profesional (dua kiri), Sopian Sekjen Koodinatoriat Wartawan Parlemen (kiri), dan Bima Widiatiaga Pamong Budaya Museum DPR RI memberikan paparan dalam diskusi publik dengan tema "Sejarah Parlementaria: Media Cetak DPR sebagai Arsip Nasional" pada acara HUT ke-58 Majalah Parlementaria di ruang Abdul Muis, Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026). 

Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, menegaskan pentingnya menjaga eksistensi Majalah Parlementaria, baik sebagai media resmi DPR RI sekaligus arsip sejarah yang mendokumentasikan perjalanan Parlemen Indonesia sejak pertama kali terbit pada tahun 1968.

Menurut Bonnie, Majalah Parlementaria tidak sekadar berfungsi sebagai media pemberitaan, tetapi juga menjadi rujukan utama untuk memahami berbagai peristiwa dan dinamika yang pernah terjadi di DPR RI. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)sinpo

Editor: Elvis Sendouw
Komentar: