Ukraina Naikkan Anggaran Pertahanan Jadi USD 98,1 Miliar, Fokus Belanja Senjata dan Sejahterakan Prajurit
BeritaNasional.com - Parlemen Ukraina resmi mengetuk palu untuk merombak anggaran pertahanan negara tahun 2026 ke angka tertinggi sepanjang sejarah.
Anggaran militer tersebut kini melonjak drastis menjadi 4,4 triliun hryvnia atau setara dengan USD 98,1 miliar.
Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko mengungkapkan penyesuaian ini melibatkan penambahan alokasi dana 1,56 triliun hryvnia dari anggaran sebelumnya.
Fokus Utama Belanja Senjata dan Kesejahteraan Prajurit
Langkah agresif ini diambil untuk memastikan militer Ukraina memiliki modal yang cukup kuat dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus melindungi warga sipil dari eskalasi konflik.
Melalui akun Telegram resminya, Svyrydenko memerinci dua pos pengeluaran terbesar dari total anggaran raksasa tersebut.
Pengadaan alutsista sebesar 2,3 triliun hryvnia (sekitar USD 51,3 miliar) dialokasikan khusus untuk memborong senjata baru, amunisi, serta peralatan militer mutakhir.
Lalu, kesejahteraan finansial prajurit sekitar 1,45 triliun hryvnia (sekitar USD 32,3 miliar) diplot untuk menyokong kebutuhan finansial dan gaji para prajurit yang berada di garis depan.
Selain fokus pada kekuatan tempur, amendemen anggaran yang disetujui parlemen ini juga mencakup dana darurat untuk memperkuat keamanan infrastruktur penting.
Salah satu prioritasnya adalah penyediaan pasokan listrik cadangan bagi masyarakat guna mengantisipasi krisis energi.
Sokongan Dana Segar dari Uni Eropa
Ukraina tidak sendirian dalam mendanai lonjakan anggaran pertahanan ini. Svyrydenko menjelaskan bahwa pembengkakan anggaran tersebut bisa terealisasi sebagian besar berkat kucuran bantuan keuangan dari para sekutu barat, terutama Uni Eropa.
Uni Eropa diketahui telah menyetujui paket dukungan finansial fantastis senilai 90 miliar euro atau berkisar USD 104,2 miliar, di samping beberapa program bantuan kemanusiaan dan militer lainnya yang terus mengalir ke Kiev.
Sumber: Xinhua News
POLITIK | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







