Bantah Klaim Trump soal Sistem Pertahanan Hancur, Iran: Kami Jauh Lebih Kuat
BeritaNasional.com - Pemerintah Iran bereaksi keras terhadap pernyataan Amerika Serikat (AS) yang menyebut kekuatan militer dan sistem pertahanan udaranya telah dilumpuhkan.
Teheran menegaskan angkatan bersenjata negara tersebut saat ini justru berada dalam kondisi “sepenuhnya siap” dan sangat mampu menghadapi berbagai ancaman.
Berdasarkan laporan lembaga penyiaran negara Iran IRIB yang dilansir dari Antara, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran Abolfazl Shekarchi secara tegas menepis narasi yang menyebut kemampuan pertahanan negaranya melemah pascaserangan udara bertubi-tubi.
“Jangan terpaku pada klaim musuh. Yang penting adalah kenyataan di medan perang,” kata Shekarchi kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).
Shekarchi menyatakan Iran terus melakukan modernisasi dan memperkuat otot militernya di tengah kepungan ancaman.
Ia mengeklaim posisi Teheran saat ini justru jauh “lebih kuat secara militer dibandingkan pada awal” konflik yang menurutnya sengaja dipaksakan terhadap negara tersebut.
Respons Tuduhan Donald Trump dan Isu Rudal Habis
Pernyataan tegas dari pihak Teheran ini merupakan respons langsung terhadap klaim sepihak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Sebelumnya, Trump menyatakan kekuatan militer Iran telah hancur lebur akibat runtunan serangan udara yang dilancarkan oleh Washington bersama sekutu dekatnya, Tel Aviv (Israel).
Selain membantah kerusakan sistem pertahanan, Shekarchi juga meluruskan isu yang menyebut pasokan rudal balistik milik Iran mulai menipis. Menurutnya, rumor tersebut sengaja diembuskan intelijen asing sebagai pancingan untuk mengorek informasi rahasia mengenai kekuatan militer Iran yang sebenarnya.
“Kami selalu mengatakan bahwa kami siap, dan musuh telah merasakan kesiapan tersebut di medan perang,” ujar Shekarchi.
Meski begitu, pihak militer Iran tidak menampik bahwa serangan dari pihak lawan sempat menimbulkan beberapa kerugian operasional di kubu mereka. Namun, Shekarchi mengklaim pasukan Iran berhasil membalas dan memberikan dampak kerusakan yang jauh lebih besar terhadap armada militer Amerika Serikat.
Di sisi lain, geopolitik Timur Tengah diprediksi akan tetap memanas setelah Shekarchi kembali menegaskan komitmen penuh Iran untuk terus berdiri di belakang kelompok Hizbullah di Lebanon.
Ia memastikan bahwa aliansi "poros perlawanan" tidak akan goyah dan tetap bersatu demi menghadapi Israel beserta sekutu baratnya.
Ketika disinggung mengenai potensi eskalasi ekonomi-militer lewat penutupan jalur maritim strategis di Selat Bab al-Mandab, juru bicara militer ini memilih untuk merahasiakan taktik mereka namun melemparkan peringatan terbuka.
Shekarchi menggarisbawahi bahwa Iran telah mengantongi “banyak rencana” darurat dan tidak akan ragu untuk mengeksekusi opsi-opsi mematikan tersebut apabila situasi di medan perang dinilai sudah mendesak.
Sumber: Antara
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu







