Usai Menghadap Presiden Prabowo, Menteri ESDM Pastikan Elpiji 3 Kg Tak Naik
BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Pertemuan ini digelar untuk membahas penguatan ketahanan energi nasional dan percepatan program hilirisasi di tengah ketidakpastian situasi geopolitik dunia.
Bahlil mengungkapkan ketua umum Partai Gerindra ini menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat mencari dan mengembangkan sumber-sumber energi alternatif baru guna memperkokoh fondasi kemandirian energi Indonesia.
“Kami melakukan rapat untuk membicarakan pada sektor energi dan sektor hilirisasi. Secara kebetulan kita lihat perkembangan geopolitik yang belum selesai. Bapak Presiden memerintahkan untuk segera mencari energi-energi alternatif,” ujar Bahlil dalam keterangannya kepada awak media di Istana Merdeka, Jakarta.
Garap Konversi LPG ke CNG dan Tata Kelola Tambang
Menteri ESDM memaparkan, setidaknya ada tiga agenda besar yang kini menjadi fokus utama pemerintah.
Salah satu langkah terobosan yang akan dikebut adalah diversifikasi energi dengan mengalihkan penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG).
Selain itu, Kementerian ESDM akan memperketat pengawasan di sektor hulu melalui pendataan ulang wilayah pertambangan, sekaligus memantau secara berkala kesiapan pasokan listrik dan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) secara nasional.
“Sekarang kita fokus itu adalah percepatan peralihan LPG-CNG. Yang kedua, pendataan tambang. Dan, yang ketiga adalah kesiapan di sektor energi PLN maupun dari sisi ketersediaan daripada BBM kita,” tutur Bahlil.
Jamin Harga BBM Subsidi dan LPG Tetap Stabil
Untuk memberikan ketenangan bagi masyarakat di tengah dinamika ekonomi global, Bahlil menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk tidak mengotak-atik harga bensin maupun gas elpiji 3 kilogram (kg) bersubsidi. Sementara itu, untuk varian nonsubsidi harganya akan tetap fluktuatif mengikuti mekanisme pasar yang berlaku.
“Kami menyampaikan harga BBM untuk bersubsidi maupun LPG itu tidak ada perubahan sama sekali. Itu dulu. Nah, sementara harga yang nonsubsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada,” ungkap Bahlil.
Langkah mengunci harga subsidi ini diambil sebagai bantalan sosial demi menjaga kantong belanja dan daya beli masyarakat tetap aman.
“Pemerintah lagi sedang menggodok hal-hal yang terkait dengan menjaga daya beli masyarakat. Makanya kita untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kepada BBM subsidi, sama sekali tidak kita naikkan. Sementara yang lainnya dilakukan penyesuaian,” lanjut Bahlil.
Tepis Isu Kelangkaan Pasokan Batu Bara PLN
Menanggapi rumor yang beredar mengenai tersendatnya pasokan listrik akibat menipisnya bahan baku, Bahlil secara tegas membantah isu kelangkaan batu bara untuk pembangkit listrik nasional.
Ia meluruskan bahwa kendala yang terjadi murni karena masalah teknis pada infrastruktur milik PT PLN (Persero).
“Kalau dikatakan bahwa masalah batu bara langka itu tidak benar, karena penugasan kita sudah mencapai 170 juta ton dan memang ada beberapa trouble di beberapa mesin yang disampaikan oleh PLN, dan kita akan selesaikan dalam waktu secepatnya,” ungkap Bahlil.
Melalui bauran kebijakan mulai dari penguatan ketahanan energi, hilirisasi komoditas, diversifikasi ke energi alternatif, hingga komitmen menjaga harga subsidi, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus menjaga stabilitas pasokan energi nasional demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan kemandirian bangsa dalam jangka panjang.
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu





