Tunjangan Guru Naik di Era Prabowo, Non-ASN Jadi Rp2 Juta

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 11 Juni 2026 | 22:18 WIB
Guru mengajar siswa di ruang kelas. (BeritaNasional/Kemendikbud)
Guru mengajar siswa di ruang kelas. (BeritaNasional/Kemendikbud)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan guru melalui kenaikan tunjangan serta perluasan program beasiswa pendidikan.

Kebijakan ini menjadi bagian dari agenda besar penguatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.

Hal tersebut disampaikan usai Presiden Prabowo menerima Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Dalam keterangannya, Abdul Mu’ti menyebut pemerintah resmi menaikkan tunjangan guru, baik untuk non-ASN maupun ASN.

“Tunjangan guru sekali lagi sudah dinaikkan dari yang guru non-ASN, tunjangannya dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, dan kemudian guru ASN tunjangannya sebesar gaji pokok,” jelasnya.

Kenaikan ini menjadi salah satu langkah paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama bagi guru non-ASN yang sebelumnya menerima tunjangan lebih rendah.

Tunjangan Langsung Masuk Rekening Guru

Selain kenaikan nominal, pemerintah juga mengubah mekanisme penyaluran tunjangan agar lebih efisien. Kini, dana langsung ditransfer ke rekening masing-masing guru setiap bulan tanpa perantara birokrasi yang berbelit.

“Ini menunjukkan komitmen Bapak Presiden untuk bagaimana proses birokrasi yang tidak birokratis dan agar guru dapat mendapatkan manfaat langsung dari transfer tunjangan yang ke rekening guru setiap bulan,” ungkap Abdul Mu’ti.

Kebijakan ini diharapkan mempercepat akses guru terhadap hak mereka sekaligus meningkatkan transparansi penyaluran anggaran pendidikan.

Beasiswa Guru Diperluas Hingga 2026

Selain peningkatan tunjangan, pemerintah juga memperluas program beasiswa bagi guru yang belum menempuh pendidikan D4 atau S1. Program ini dijalankan melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

“Tahun 2025 kami mengalokasikan biasiswa untuk 12.500 guru yang belum D4 atau S1 dengan beasiswa 3 juta per semester. Program ini sudah berjalan dengan sistem RPL, sudah masuk semester kedua, dan insyaallah sebagian akan bisa diwisuda pada tahun ini,” pungkasnya.

Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan dengan alokasi hingga 150.000 guru penerima beasiswa.

“Dan sekarang masih proses pendaftaran, karena kami masih terus menunggu para guru untuk dapat mengikuti program ini. Itu yang berkaitan dengan kesejahteraan guru dan peningkatan kualitas guru,” jelasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: