Tanggapi Aksi Mahasiswa UGM, Komisi X: Saat Menyuarakan Pendapat, Harus Junjung Tinggi Etika

Oleh: Ahda Bayhaqi
Kamis, 18 Juni 2026 | 18:17 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani. (BeritaNasional/Ahda)
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani. (BeritaNasional/Ahda)

BeritaNasional.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menanggapi aksi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) membubarkan diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM Yogyakarta pada Senin (15/6/2026). 

Menurut Lalu, dalam menyuarakan pendapatnya harus mengedepankan sopan santun dan etika.

"Nah, tetapi lagi-lagi ketika kita ingin menyuarakan pendapat, ya sopan santun dan etika yang menjadi adat budaya ketimuran kita harus kita junjung tinggi," ujar Lalu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

"Bukan berarti mahasiswa tidak sopan, mahasiswa tidak santun, enggak. Yang saya maksud adalah semua harus menjunjung tinggi, baik mahasiswa maupun pemerintah," paparnya.

Menurut Lalu, masalah ini bisa diselesaikan baik-baik. Ia yakin hanya terjadi masalah komunikasi.

"Ya, itu selesaikan secara adat saja, selesaikan dengan cara-cara baik. Ya, itu ungkapan dari apa ya, mahasiswa, mungkin karena suasana, belum ada komunikasi yang baik. Tapi, saya rasa sudah nggak ada masalah kan, Mas Nusron, Mas Daryono, Mas Budiman juga sudah memahami itu," ujarnya.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menanggapi aksi sejumlah mahasiswa UGM yang membubarkan diskusi di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM Yogyakarta pada Senin (15/6/2026).

Qodari mengatakan dialog harus dikedepankan dalam praktik demokrasi. Pemerintah berkomitmen terus berdialog dengan masyarakat terkait pelaksanaan program prioritas nasional.

“Yang namanya demokrasi itu bisa terjadi kalau ada dialog. Kalau tidak ada dialog, hanya tuntutan, kan bukan demokrasi namanya. Itu namanya semua gue, maunya dia saja,” ujarnya dikutip dari keterangan resminya pada Rabu (17/6/2026).sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: