Menko Airlangga Jamin Stimulus Semester II 2026 Tak Berdampak pada Defisit APBN

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 23 Juni 2026 | 16:30 WIB
Rupiah lemah terhadap Dolar (Foto/Pixabay)
Rupiah lemah terhadap Dolar (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Pemerintah memastikan pengucuran paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk Semester II tahun 2026 tidak akan mengganggu stabilitas anggaran negara. 

Tambahan belanja tersebut dijamin tidak akan memberatkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kondisi fiskal Indonesia saat ini masih berada dalam koridor yang terkendali meski ada penambahan pos belanja stimulus.

"(Defisit fiskal) aman," ujar Airlangga yang dikutip dari Antara pada Selasa (22/6/2026).

Menko Airlangga menambahkan, hingga saat ini, pemerintah belum melakukan perubahan ataupun penyesuaian terhadap postur fiskal 2026 pascapeluncuran paket stimulus tersebut.

Paket kebijakan ini sengaja digulirkan pemerintah dengan fokus utama untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Total anggaran Rp26,34 triliun tersebut dialokasikan ke dalam tiga sektor krusial:

Bantuan pangan mendapatkan porsi terbesar senilai Rp18,04 triliun.

Program magang dan vokasi dialokasikan Rp6,26 triliun.

Insentif sektor transportasi dijatah Rp2,04 triliun.

Sebagai informasi, pemerintah awalnya menetapkan target defisit APBN 2026 sebesar 2,68 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau setara Rp689,1 triliun. 

Namun, dinamika global seperti kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah membuat Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan defisit berpotensi melebar ke kisaran 2,90 persen dari PDB.

Meski demikian, jika menilik realisasi kas negara per Mei 2026, performa APBN sebenarnya masih menunjukkan catatan yang cukup solid.

Realisasi defisit per Mei 2026, defisit tercatat baru menyentuh Rp180,4 triliun atau sekitar 0,70 persen dari PDB.

Pendapatan negara berhasil dihimpun Rp1.185 triliun. Angka ini setara 37,6 persen dari total target APBN yang senilai Rp3.153,6 triliun, atau tumbuh 19,1 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Realisasi belanja negara telah mencapai Rp1.365,4 triliun. Nilai ini setara dengan 35,5 persen dari pagu target APBN sebesar Rp3.842,7 triliun, tumbuh agresif hingga 34,4 persen (yoy).sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: