Prabowo Tahu Siapa Pendana Demo, Golkar: Sebaiknya Tidak Dilanjutkan!

Oleh: Ahda Bayhaqi
Kamis, 25 Juni 2026 | 12:42 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji. (BeritaNasional/Ahda).
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji. (BeritaNasional/Ahda).

BeritaNasional.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar M Sarmuji menilai, aksi demonstrasi tidak perlu dilanjutkan. Karena Presiden Prabowo Subianto mengetahui siapa-siapa yang membiayai demonstrasi tersebut. Aparat negara bisa mendeteksi demonstrasi bayaran.

"Ya sinyalemen Presiden berdasarkan informasi yang beliau terima. Kan ada aparat negara yang bisa mendeteksi. Jadi yang membayar atau mendanai sebaiknya tidak diteruskan," ujar Sarmuji kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).

Menurut Sarmuji, demonstrasi bayaran tidak perlu dilanjutkan, apalagi tujuannya untuk menganggu stabilitas negara.

"Apalagi jika tujuannya untuk mengganggu stabilitas," ucapnya.

Sarmuji meminta semua pihak menjaga jalannya pemerintahan yang fokus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, di satu sisi, kritik masyarakat juga dihargai.

"Kita tetap menghargai kritisisme tetapi jangan sampai mengganggu jalannya pemerintahan yang lagi berusaha keras meningkatkan kesejahteraan rakyat," katanya.

Diberitakan, Presiden Prabowo Subianto mengetahui berbagai pihak yang mendanai aksi demonstrasi.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Prabowo kemudian memperingatkan pihak yang disebutnya memberikan dana untuk membiayai aksi demonstrasi tersebut. Secara rinci ia menyebut sudah mengantongi identitas pihak yang dimaksud.

"Hati-hati lho, saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gue tahu itu," cetusnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyebut sejumlah demonstran menerima bayaran untuk melakukan aksi.

Menurut dia, ada peserta aksi yang tidak mengetahui tujuan demonstrasi yang diikutinya.

"Tapi enggak apa-apa, yang pada mau demo, ditanya, ditanya anak-anak demo (mereka yang demo dan dibayar) enggak ngerti. Mau demo apa ya, hmm, kami dibayar Rp200.000 gitu ya," ungkapnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: