DPR Dorong Polisi Usut Dugaan Korban Lain dari Kasus Penyekapan di Bandung
BeritaNasional.com - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan ada korban lain dalam kasus penyekapan dan penganiayaan oleh pelaku Taufik Hidayat di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Nasir mengingatkan, jangan sampai pelaku lolos dari pertanggungjawaban hukum.
"Apabila dalam penyidikan ditemukan adanya korban lain atau tindak pidana lainnya, tentu harus diungkap secara terbuka dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tidak boleh ada ruang bagi pelaku kekerasan untuk lolos dari pertanggungjawaban hukum," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).
Sebelumnya, Polda Jawa Barat juga sudah membuka peluang bagi masyarakat yang menjadi korban untuk melaporkan jika ada informasi relevan.
Nasir pun mengapresiasi gerak cepat polisi menangkap pelaku. Menurutnya, gerak cepat polisi telah memberikan rasa keadilan dan perlindungan kepada masyarakat.
"Kita mengapresiasi gerak cepat Polda Jawa Barat yang berhasil menangkap pelaku. Ini menjadi bukti bahwa aparat penegak hukum hadir untuk memberikan rasa keadilan dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya bagi korban kekerasan terhadap perempuan," katanya.
Politisi Fraksi PKS itu menegaskan, proses hukum harus berjalan secara profesional, transparan, dan memberikan hukuman yang setimpal apabila pelaku terbukti bersalah di pengadilan.
Menurutnya, kasus tersebut tidak hanya menyisakan luka fisik bagi korban, tetapi juga trauma psikologis yang mendalam sehingga penanganannya harus dilakukan secara komprehensif.
"Korban harus mendapatkan pendampingan medis, psikologis, dan perlindungan hukum secara maksimal. Negara memiliki kewajiban memastikan korban memperoleh pemulihan yang layak sekaligus menjamin hak-haknya selama proses peradilan berlangsung," tegas Nasir.
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu





