Singapura Fokus Bangun Pusat Pengembangan AI Global

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 25 Juni 2026 | 20:30 WIB
Ilustrasi pusat pengembangan AI. (Foto/Magnific)
Ilustrasi pusat pengembangan AI. (Foto/Magnific)

BeritaNasional.com - Singapura disarankan untuk tidak terjebak dalam perlombaan membangun pusat data (data center) terbesar atau model kecerdasan buatan (AI) paling masif. 

Sebaliknya, Negeri Singa tersebut dinilai lebih cocok memosisikan diri sebagai pusat global untuk pengembangan dan penerapan solusi AI praktis.

Rekomendasi strategis ini tertuang dalam laporan akhir Komite Peninjauan Strategi Ekonomi (ESR) yang dirilis pada Rabu (24/6/2026) waktu setempat.

Dalam laporan tersebut, ESR menekankan AI akan mengubah lanskap perekonomian dunia secara radikal, sama dengan revolusi listrik dan internet di masa lalu. 

Kekuatan utama Singapura tidak terletak pada skala infrastruktur fisik, melainkan pada kemampuannya menyatukan pemerintah, sektor bisnis, dan lembaga penelitian demi menciptakan ekosistem inovasi yang kondusif.

Untuk mewujudkan visi tersebut, komite merekomendasikan agar Singapura bertransformasi menjadi lokasi utama bagi pengembangan solusi AI yang berdampak tinggi. 

Langkah ini dapat dicapai dengan menyediakan akses karpet merah terhadap tiga sumber daya krusial:

  • Kumpulan data (datasets) yang berkualitas.
  • Daya komputasi yang memadai.
  • Lingkungan uji coba regulasi (regulatory sandbox) yang adaptif, dibarengi dengan penguatan tata kelola serta sistem keamanan AI.

Selain itu, laporan ini mengusulkan program transformasi AI berskala besar untuk mendongkrak perusahaan-perusahaan top yang berbasis di Singapura agar menjadi “AI Champions”. 

Harapannya, perusahaan-perusahaan ini bisa menjadi cetak biru (role model) penerapan teknologi bagi industri di sektor mereka masing-masing.

Tak hanya menyasar korporasi besar, ESR juga menyoroti pentingnya pemerataan adopsi teknologi. Komite mendorong adanya dukungan yang lebih masif bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini kerap terbentur kendala biaya dan keterbatasan kapasitas operasional.

Dalam hal ini, asosiasi perdagangan dan kamar dagang diharapkan mengambil peran lebih besar. 

Mereka ditantang untuk menggalang sumber daya kolektif dan mengembangkan solusi AI bersama demi mendongkrak produktivitas lintas sektor.

Sebagai langkah konkret dari komitmen ini, pemerintah Singapura sendiri telah resmi membentuk Dewan AI Nasional. 

Lembaga baru ini akan berfokus menjalankan misi pemanfaatan AI di empat sektor strategis, yaitu manufaktur canggih, keuangan, layanan kesehatan, dan logistik.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: