Bersalah atas Dakwaan Pemerkosaan Anak, Politikus Irlandia Harus Tanggalkan Gelar Bangsawan dan Jabatannya
BeritaNasional.com - Jeffrey Donaldson, politikus senior Irlandia Utara dinyatakan bersalah oleh Juri dalam 18 dakwaan pelecehan seksual, termasuk kasus pemerkosaan terhadap dua perempuan di bawah umur pada Senin (22/6/2026) lalu. Akibat putusan tersebut, Donaldson akan melepaskan gelar kebangsawanannya dan jabatannya di Dewan Penasihat Kerajaan Inggris.
Melansir Russian Today (RT) pada Kamis (25/6/2026), tindak pidana tersebut dilakukan antara tahun 1985 dan 2008, ketika kedua korban masih anak-anak usia sekolah dasar. Donaldson mulai melecehkan korban yang lebih tua ketika korban berusia sekitar 7 atau 8 tahun dan terus melakukannya hingga korban berusia sekitar 12 atau 13 tahun.
Meskipun Jeffrey Donaldson memiliki dua putri, tidak diketahui secara pasti berapa usia anak-anaknya karena tidak tercatat dalam catatan publik. Sementara para korban hanya diidentifikasi sebagai Pengadu A dan Pengadu B di pengadilan. Donaldson lahir pada tahun 1962 dan menikahi istrinya, Eleanor, pada 1987, setelah laporan pelecehan itu dimulai.
Menurut laporan BBC, Hakim Ketua Paul Ramsey mengatakan kepada Donaldson bahwa ia menghadapi hukuman penjara yang panjang. Kemudian istrinya juga dinyatakan bersalah karena membantu suaminya melakukan kekerasan, tetapi hakim memutuskan bahwa ia tidak layak untuk diadili karena alasan kesehatan mental.
Atas tuduhan tersebut, mantan Ketua Partai Persatuan Demokratik (DUP) ini mengaku tidak bersalah, dan dijadwalkan akan dijatuhi hukuman pada 25 September 2026.
Sebelumnya, Donaldson telah mengundurkan diri sebagai pemimpin DUP, sebuah partai yang menganjurkan untuk mempertahankan persatuan dengan Britania Raya, usai penangkapannya pada tahun 2024.
Pada hari Rabu (24/6/2026), pengacara Donaldson, John McBurney, mengatakan bahwa kliennya telah mengajukan permintaan kepada pemerintah untuk mencabut gelar kebangsawanannya dan kursinya di Dewan Penasihat Kerajaan (Privy Council), yang bertugas memberi nasihat kepada raja Inggris.
Sementara itu, Pemimpin DUP Gavin Robinson mengatakan, partai tersebut "terkejut" dengan bukti yang disajikan selama persidangan.
"Tidak seorang pun, terlepas dari status atau kedudukannya, dapat berada di atas hukum dan Jeffrey Donaldson bukanlah pengecualian," katanya.
Lalu, pada Selasa (23/6/2026), Wakil ketua partai, Michelle McIlveen, mengatakan bahwa kasus ini membuktikan Donaldson menjalani kehidupan ganda yang penuh kemunafikan.
"(Donaldson) menjalani kehidupan ganda dan penuh kemunafikan," ucapnya.
Sumber: Russian Today
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 16 jam yang lalu






