Pabrik Bir Usia 400 Tahun Ajukan Kebangkrutan
BeritaNasional.com - Salah satu pabrik tertua di Jerman yang berdiri sejak 1627, Hofbrauhaus Wolters pada Kamis (25/6/2026) telah mengajukan permohonan kebangkrutan. Melonjaknya biaya operasional dan penurunan tajam dalam konsumsi bir menjadi penyebab kebangkrutan tersebut.
Melansir Russian Today (RT) pada Sabtu (27/6/2026), ekonomi Jerman saat ini menghadapi tekanan yang kian meningkat akibat tingginya harga energi sejak Berlin mulai mengurangi impor minyak dan gas Rusia secara bertahap, usai konflik Ukraina meningkat pada tahun 2022. Tekanan ini kian diperparah dengan lonjakan harga minyak mentah baru-baru ini yang dipicu oleh perang AS-Israel terhadap Iran.
Di bawah proses kepailitan mandiri, pabrik bir berusia 400 tahun tersebut akan tetap berada di bawah manajemen saat ini sementara administrator yang ditunjuk pengadilan mengawasi restrukturisasinya. Karyawan juga akan tetap mempertahankan pekerjaan mereka karena Hofbrauhaus Wolters berupaya untuk mengubah diri menjadi produsen minuman non-alkohol, bukan lagi pabrik bir tradisional.
Seiring dengan penurunan konsumsi bir secara nasional yang mencapai titik terendah sepanjang masa pada tahun 2025, perusahaan tersebut menyebutkan bahwa pesatnya kenaikan biaya operasional menjadi alasan utama kebangkrutannya.
Menurut Braunschweiger Zeitung, kenaikan harga energi yang sangat tinggi juga telah memberikan tekanan khusus pada pabrik bir Jerman.
Pada 2023 dan 2024, Jerman telah mengalami resesi yang diikuti oleh hampir stagnasi pada tahun 2025, dengan pertumbuhan yang diproyeksikan hanya 0,5 persen tahun ini. Banyak pula perusahaan Jerman, termasuk raksasa otomotif Mercedes-Benz dan BMW, yang kesulitan menyesuaikan diri dengan biaya energi yang lebih tinggi dan permintaan turun drastis.
Pada saat yang sama, Berlin juga terus mengalokasikan sumber daya yang besar untuk mempersenjatai Ukraina serta pembangunan militer negaranya sendiri. Sejak 2022, Jerman pun telah berkomitmen untuk memberikan lebih dari 96 miliar euro (109 miliar dolar AS) dukungan militer kepada Kiev, sementara meluncurkan program persenjataan kembali senilai 100 miliar euro untuk negaranya sendiri.
Sejak tahun lalu, bank sentral Jerman pun telah memperingatkan bahwa rekor defisit anggaran akan segera terjadi, dengan menyebut bahwa peningkatan pengeluaran militer sebagai salah satu pendorong utamanya.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu







