3 Kabupaten di Jawa Tengah Dilanda Kekeringan

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 28 Juni 2026 | 06:00 WIB
BPBD Grobogan mendistribusikan air bersih kepada masyarakat. (Foto/BPBD Jateng)
BPBD Grobogan mendistribusikan air bersih kepada masyarakat. (Foto/BPBD Jateng)

BeritaNasional.com - Seiring dengan masuknya musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan tiga kabupaten di Jawa Tengah (Jateng) mulai dilanda kekeringan. 

Tiga wilayah yang terdampak cukup parah tersebut meliputi Kabupaten Klaten, Pemalang, dan Boyolali.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masing-masing wilayah berikut adalah sebaran dampak kekeringan di Jawa Tengah.

Kabupaten Klaten menjadi wilayah terdampak paling masif sejak awal Juni 2026. Kekeringan melanda Desa Kendalsari, Tegalmulyo, Tlogowatu, dan Sidorejo, dengan total 2.498 keluarga (8.319 jiwa) terdampak. 

Sebanyak 377 keluarga (1.450 jiwa) telah menerima bantuan 60 ribu liter air bersih pada Jumat (26/6/2026) dan pasokan lanjutan akan dikirimkan secara bertahap.

Di Kabupaten Pemalang, kekeringan melanda tiga desa di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Belik, Bawang, dan Pulosari. Sebanyak 166 keluarga dilaporkan terdampak, dan BPBD telah menyalurkan 4 ribu liter air bersih untuk warga Desa Pulosari.

Di Kabupaten Boyolali, 42 keluarga (125 jiwa) di Desa Ketoyan (Kecamatan Wonosegoro) dan Desa Samiran (Kecamatan Selo) mulai kesulitan air bersih. BPBD setempat telah mendistribusikan bantuan awal 5 ribu liter air bersih.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (27/6/2026) meminta masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air bersih selama musim kemarau ini.

"BNPB mengimbau warga tetap bijak dalam pemanfaatan air. Pendistribusian air dengan mobil tangki merupakan penanganan jangka pendek. Apabila masih terjadi peluang hujan maka masyarakat dapat memanen air hujan sebagai cadangan air," katanya yang dikutip dari Antara pada Sabtu.

Selain krisis air bersih, Abdul Muhari mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengantisipasi potensi bencana lain yang biasa mengintai saat musim kemarau, yakni kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga. Upaya pencegahan merupakan langkah efektif dalam penanganan maupun meluasnya dampak kebakaran," katanya.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: